Guru sedang mengajar di muka kelas. Foto: MI/Panca Syurkani
Guru sedang mengajar di muka kelas. Foto: MI/Panca Syurkani

Sumsel Anggarkan Rp25 Miliar untuk Tunjangan Tenaga Pendidikan non-ASN

Pendidikan Guru Tunjangan Guru
Antara • 05 Desember 2021 17:04
Sumatera Selatan: Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama DPRD Sumsel menganggarkan tunjangan tenaga pendidikan non-Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tahun 2022 sebesar Rp25 miliar.
 
Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Syaiful Fadli mengatakan, tunjangan tersebut ditujukan sebagai honor tambahan di luar gaji pokok tenaga pendidikan non ASN di jenjang pendidikan sekolah menengah atas atau kejuruan (SMA/SMK) dan sekolah luar biasa (SLB) se- Sumsel. 
 
Besaran nilai tunjangan tersebut meningkat dibandingkan anggaran tahun 2021 senilai Rp21,1 miliar dengan jumlah penerima 9.335 orang tenaga pendidikan non ASN meliputi guru, tenaga administrasi sekolah, dan operator sekolah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebab diperkirakan ada penambahan jumlah penerima yang secara spesifik masih dikalkulasikan oleh Dinas Pendidikan Sumsel.  “Ada penambahan jumlah tenaga pendidikan non-ASN sebagai penerima tunjangan, jumlahnya masih dihimpun. Tidak jauh dari jumlah penerima di tahun 2021 ini,” ujarnya.
 
Meskipun dirasa besaran nilai tunjangan itu masih kurang mencukupi dan masih dilakukan secara bertahap akan tetapi yang perlu masyarakat ketahui bahwa pemerintah terus berupaya menyejahterakan tenaga pendidikan non-ASN.
 
Maka dari itu, lanjutnya, diharapkan dengan adanya komitmen dari DPRD dan pemerintah tersebut tenaga pendidikan non-ASN se-Sumsel terus meningkatkan mutu pendidikannya.  "Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada kepastiannya," ujarnya.
 
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Riza Fahlevi mengatakan, saat ini sedang dalam penghimpunan jumlah penerima untuk anggaran tahun 2022 tersebut.  Selain itu di luar dari anggaran senilai Rp25 miliar tersebut pihaknya menganggarkan senilai Rp2 miliar untuk tunjangan guru non-ASN di tingkat SLB se-Sumsel sebanyak 200 orang.
 
Baca juga: Insentif Rp66 Miliar Kemenag untuk Bantu Kesejahteraan Guru PAI non-PNS
 
Masing-masing dari guru itu bakal mendapatkan Rp1 juta selama 12 bulan di tahun 2022 nanti.  “Tolong jangan pikirkan besarannya yang penting konsisten terhadap kinerja. Bekerjalah sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing. Kami tidak mau berjanji yang muluk-muluk tapi mudah-mudahan tahun depan tunjangan ini tetap ada dan segera terealiasi,” ujarnya.
 
Adapun, lanjutnya, pihaknya telah menyelesaikan pemberian uang tunjangan tambahan pelaksanaan pembelajaran daring selama Juli-Desember 2021.  Masing-masing terdiri atas 6.609 orang guru non ASN di tingkat sekolah menengah atas/ kejuruan (SMA/SMK), sekolah luar biasa (SLB) mereka mendapatkan tunjangan Rp400 ribu/bulan.
 
Termasuk 2.424 orang tenaga administrasi sekolah mendapatkan Rp300 ribu/bulan dan 302 orang operator sekolah se-Sumsel mendapatkan Rp500 ribu/bulan.  Dari jumlah tunjangan tersebut bila diakumulasikan total yang dibayarkan senilai Rp15.861.600.000 untuk guru non ASN, Rp4.363.200.000 tenaga administrasi sekolah non ASN, Rp906.000.000 operator sekolah. Maka selama enam bulan totalnya Rp21.130.800.000.
 
“Itu sudah kami selesaikan,” tandasnya.

 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif