Ilustrasi. Foto: MI/Bary Fathahillah
Ilustrasi. Foto: MI/Bary Fathahillah

Aturan Ini Dinilai Merugikan Honorer Sekolah Negeri dalam Seleksi PPPK Guru

Ilham Pratama Putra • 02 November 2021 12:08
Jakarta: Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru tahap 2 dan 3 dinilai kian ketat bagi guru honorer., Sebab guru honorer mesti bersaing kembali dengan guru swasta.
 
Ketua Forum Guru Honorer Bersertifikasi Sekolah Negeri (FGHBSN), Rizki Safari menyebut guru swasta lebih berpeluang lolos. Sebab, ada aturan yang membuat guru sekolah swasta bisa mendapat afirmasi hingga 100 persen karena memiliki sertifikat pendidik.
 
"Guru yang sudah lulus ujian tidak serta merta lolos dapat formasi, mereka harus diadu dengan guru swasta yang mayoritas mengantongi sertifikat pendidik yang berbobot 100 persen, dan lulusan PPG (Pendidikan Profesi Guru) yang pasti memiliki (sertifikat pendidik) juga," kata Rizki dalam keterangannya kepada Medcom.id, Selasa, 2 November 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menilai kategorisasi afirmasi itu pada akhirnya merugikan guru honorer, khususnya sekolah negeri. Guru honorer yang telah lulus ujian akhirnya bisa menjadi tidak lolos karena ketiadaan formasi.
 
Baca: Jadwal Seleksi PPPK Guru Tahap 2 Kembali Ditunda, Kemendikbudristek Minta Maaf
 
"Proteksi terhadap satu kategori guru merugikan kategori lainnya karena berakibat guru yang melamar di sekolah yang terdapat guru honorernya maka ia tidak dapat lolos meskipun lulus," ujarnya.
 
Dia menjelaskan, sejatinya esensi dari seleksi PPPK guru adalah mengurai permasalahan guru honorer. Sebab, undang-undang menentukan hanya ada dua status guru di sekolah negeri yaitu PNS dan PPPK.
 
Makanya, kata dia, pemerintah membuat peta jalan penuntasan masalah honorer melalui seleksi PPPK guru. Harapannya, melalui proses tersebut, guru honorer yang sudah telanjur mengajar di sekolah negeri naik statusnya menjadi ASN PPPK.
 
"Akhirnya peserta yang lolos PPPK guru adalah lulusan PPG dan sebagian guru swasta. Sedangkan guru honorer di sekolah negeri akan tersingkir karena status kepegawaianya lemah. Hal ini berakibat pada degradasi penghargaan honorer yang telah jelas jelas mampu menjadi seorang guru," tuturnya.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif