Ilustrasi. Foto: MI/Bary Fathahillah
Ilustrasi. Foto: MI/Bary Fathahillah

Alasan Kemendikbud Menelurkan Program BSU untuk Honorer

Pendidikan Kesejahteraan Guru Bantuan Pendidikan Guru Honorer Anggaran Pendidikan Nadiem Makarim
Ilham Pratama Putra • 19 November 2020 20:07
Jakarta: Pemerintah telah menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) melalui BPJS Ketenagakerjaan beberapa bulan lalu. BSU yang disalurkan lewat Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) itu sempat diprotes, sebab tak menyasar guru yang kebanyakan tidak memiliki BPJS Ketenagakerjaan.
 
Atas dasar itulah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akhirnya juga turut mengeluarkan BSU. Program ini diperuntukkan bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) non PNS atau honorer bergaji di bawah Rp5 juta.
 
"Yang tidak masuk BPJS Ketenagakerjaan itu bisa dari Kemendikbud, oleh karena itu Kemendikbud memberikan subsidi itu, dalam rangka itu sebenarnya," terang Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kemendikbud, Abdul Kahar dalam bincang sore Kemendikbud, Kamis, 19 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:BSU Dipotong Pajak, Bantuan yang Diterima Guru Bakal Tak Utuh
 
Program BSU ini disebutnya menjadi alternatif bagi PTK yang tak menerima BSU dari BPJS Ketenaga kerjaan. BSU Kemendikbud sebagai alat jaminan kesejahteraan PTK. "Inilah peran serta pemerintah dalam asas keadilan bagi mereka," tutur dia.
 
Terkait apakah bantuan ini akan dilanjutkan kembali, Kahar enggan berkomentar. Dia hanya berharap pandemi covid-19 segera berlalu, sehingga perekonomian PTK kembali pullih.
 
"Tentunya ini berdampak jika pandemi berkepanjangan. Tapi harapan kita tidak sampai ke sana. Mudah-mudahan Januari 2021 tidak ada lagilah, karena sudah ada vaksinya juga diupayakan," pungkasnya.
 
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengalokasikan anggaran Rp 3,6 triliun untuk Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada 2,034 juta tenaga Pendidik dan Kependidikan (PTK) honorer atau non-PNS. Masing-masing dari mereka akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 1,8 juta sekaligus.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif