Ilustrasi. Foto: Antara/Ahmadi
Ilustrasi. Foto: Antara/Ahmadi

Ditutup 2 Hari Lagi, Pelamar Guru PPPK Diminta Segera Tuntaskan Pendaftaran

Pendidikan Guru Kesejahteraan Guru Guru Honorer Kemendikbudristek
Arga sumantri • 24 Juli 2021 15:48
Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengimbau para pelamar guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) segera menuntaskan pendaftaran pada aplikasi Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN). Masih ada waktu paling lambat 26 Juli 2021.
 
Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Sesditjen GTK) Nunuk Suryani mengatakan hal ini berlaku kepada semua pelamar guru PPPK. Yaitu guru honorer di sekolah negeri, guru honorer Kategori II (THK-II), guru honorer di sekolah swasta, dan para lulusan program pelatihan guru (PPG).
 
"Kami harap semua Guru yang melamar PPPK segera menuntaskan pendaftarannya di aplikasi SSCASN paling lambat pada 26 Juli 2021. Diselesaikan sampai dengan akhir pendaftaran (final resume)," kata Nunuk mengutip siaran pers Kemendikbudristek, Sabtu, 24 Juli 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan, pendaftaran hanya berlaku satu kali pada periode seleksi tahun ini. Meskipun pelamar Guru PPPK mengikuti tes pada seleksi tahap dua maupun tahap tiga, maka tetap mendaftar pada masa pendaftaran yang telah ditentukan Badan Kepegawaian Negara (BKN). 
 
Baca: Seleksi PPPK, Empat Kriteria Guru Ini Bakal Dapat Penambahan Nilai
 
Perpanjangan masa pendaftaran disampaikan BKN melalui Surat Kepala BKN Nomor 6201/B-KS.04.01/SD/K/2021, sehingga pendaftaran yang semula ditetapkan hanya sampai dengan 21 Juli 2021 diperpanjang sampai dengan tanggal 26 Juli 2021.  
 
Direktur Pembangunan dan Pengembangan Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (Dir. PPSI ASN) BKN Heni Sri Wahyuni mengungkapkan per Jumat, 23 Juli 2021 pukul 12.00 WIB, tercatat sudah ada 620.522 guru honorer telah melakukan pendaftaran seleksi PPPK. 605.980 sudah submit menyelesaikan pendaftaran.
 
"Sisanya kemungkinan baru membuat akun. Ada juga yang telah mengisi formulir dan memasukkan berkas, namun belum melakukan submit," kata Heni. 
 
Sementara itu, pelaksana tugas (Plt.) Asisten Deputi Perencanaan dan Pengadaan SDM Aparatur, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpanrb) Katmoko Ari Sambodo menjelaskan, terdapat tiga bentuk tes dalam seleksi guru PPPK tersebut. Selain Tes Kompetensi Teknis, pelamar akan diuji dalam Tes Kompetensi Manejerial, Tes Sosio Kultural, dan Tes Wawancara. 
 
Baca: 620 Ribu Guru Honorer Daftar Seleksi PPPK
 
Terdapat beberapa kebijakan afirmatif yang diberikan pemerintah pada seleksi PPPK 2021. Hal ini diatur di dalam Permenpanrb Nomor 28 Tahun 2021 tentang Pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja untuk Jabatan Fungsional Guru pada Instansi Daerah Tahun 2021. 
 
Selain tiga kali tes, terdapat pula kebijakan penambahan nilai Tes Kompetensi Teknis bagi pelamar dengan kriteria tertentu, misalnya kepemilikan sertifikat pendidik yang linier mendapatkan penambahan nilai hingga 100 persen. Kemudian untuk yang berusia 35 tahun ke atas mendapat penambahan nilai sebesar 15 persen. 
 
Lalu, penyandang disabilitas mendapatkan tambahan nilai sebesar 10 persen. Sedangkan, para guru honorer kategori II (THK-II) juga bisa mendapatkan tambahan nilai sebesar 10 persen.
 
Ari mengatakan, penambahan nilai bersifat kumulatif. Artinya, jika seorang guru di atas 35 tahun dan penyandang disabilitas akan mendapat penambahan nilai 25 persen. "Tapi, nilai maksimumnya 100 persen, misalkan dia mendapat nilai 90 untuk kompetensi pendidiknya. Dia punya sertifikat pendidik, berusia 35 tahun dan disabilitas. Maka penambahannya tetap 100, tidak kemudian jadi 115," jelasnya.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif