Alumnus Fakultas Teologi Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta Nerlian Gogali mendapatkan penghargaan Four Freedom Awards 2022. DOK UKDW
Alumnus Fakultas Teologi Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta Nerlian Gogali mendapatkan penghargaan Four Freedom Awards 2022. DOK UKDW

Dorong Perempuan Poso Jadi Agen Perubahan, Alumnus Teologi UKDW Raih Four Freedom Awards 2022

Pendidikan poso Perempuan Demokrasi Indonesia UKDW
Renatha Swasty • 11 Mei 2022 13:57
Jakarta: Alumnus Fakultas Teologi Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta Nerlian Gogali mendapatkan penghargaan Four Freedom Awards 2022 kategori kebebasan beribadah. Penghargaan bergengsi yang digelar sejak 1982 oleh lembaga nirlaba Roosevelt Foundation itu mengacu pada empat prinsip demokrasi yang disampaikan Presiden Amerika Serikat Franklin D Roosevelt.
 
Ada empat prinsip demokrasi yang disampaikan Roosevelt pada 6 Januari 1941, meliputi freedom of speech and expression, freedom of worship, freedom from want, dan freedom of fear. Lian Gogali menerima penghargaan atas komitmennya teguh dan berani terhadap dialog antaragama dan kebebasan beragama di daerah yang dilanda konflik di Poso, Sulawesi Tengah, Indonesia.
 
Lian mendirikan Institut Mosintuwu pada 2009 yang menitikberatkan pada peningkatan kesadaran gender, agama, toleransi, dan perdamaian. Lembaga ini berawal dari sekolah perempuan, studi perdamaian, dan mendidik perempuan penyintas konflik Poso untuk menjadi pembawa damai dan agen perubahan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah menempuh pendidikan, perempuan dengan latar belakang etnis dan agama yang berbeda banyak berperan aktif di desanya. Perempuan kelahiran 24 April 1978 ini dikenal sebagai aktivis perempuan dan perdamaian yang mendorong perempuan dari berbagai desa, latar belakang etnis, dan agama untuk berperan aktif dalam perekonomian desa serta masyarakat.
 
Kisah Lian Gogali dan Institut Mosintuwu menunjukkan bagaimana satu individu dapat membuat perbedaan dan positif memengaruhi kehidupan banyak orang. Lian menyebut kehadirannya merepresentasikan kehidupan banyak perempuan akar rumput yang selama ini tidak pernah dibicarakan dan selalu aktif berkolaborasi dalam mewujudkan kebebasan beribadah dalam konteks konflik dan pascakonflik di Poso, Sulawesi Tengah dan di Indonesia pada umumnya.
 
Lian meyakini keterlibatan perempuan menjadi sangat penting dalam mewujudkan demokrasi. Topik kebebasan beragama dan beribadah menjadi salah satu hal yang diperhatikan oleh Institut Mosintuwu.
 
Sebagai organisasi masyarakat akar rumput, Institut Mosintuwu mencoba mengurai prasangka keagamaan yang muncul akibat aksi-aksi terorisme dengan menghimpun perempuan-perempuan dari berbagai latar agama di desa untuk belajar bersama.
 
“Dengan saling mengenal ajaran agama itu, lantas bisa memberi pemahanan untuk saling menghargai dan menghormati. Selain di akar rumput, upaya untuk membangun kerja sama di antara tokoh agama juga diupayakan lewat diskusi-diskusi rutin yang membahas nilai-nilai toleransi, terutama dalam isi ceramah yang disampaikan kepada umat,” tutur Lian.
 
Lian mempersembahkan penghargaan Four Freedom Awards, Freedom of Worship itu untuk perempuan akar rumput dan semua orang yang sudah bekerja tanpa henti untuk memastikan agama dan identitas apa pun tidak dieksploitasi untuk kebencian, permusuhan, dan kekerasan.
 
“Agama tetap menjadi pusat kehidupan dan budaya kebanyakan orang. Oleh karena itu, penting bagi setiap agama yang berbeda untuk saling memahami cara beribadah dan identitas agama. Itu hanya mungkin melalui kebebasan beribadah secara merata di antara semua kelompok dengan dialog yang berkelanjutan antara para pemimpin agama lokal maupun masyarakat akar rumput,” tutur dia.
 
Penyerahan medali penghargaan Four Freedom Awards kategori Freedom of Worship untuk Lian Gogali dilakukan oleh Jacobine Geel, presenter sekaligus aktivis asal Belanda. Penghargaan tahun ini juga diberikan kepada penggiat demokrasi Belarusia Sviatlana Tshikhanouskaya, aktivis HAM asal Kenya Nice Leng'ete, serta musisi Vietnam Mai Khôi Do Nguyen.
 
Pemberian medali disaksikan oleh cucu Presiden FD Roosevelt, Anna Eleanor Roosevelt; Perdana Menteri Belanda; Raja dan Ratu Belanda; serta ibunda Raja Belanda.
 
Baca: Prodi Inter Religious Studies UKDW Raih Peringkat 47 Dunia Versi QS WUR by Subject
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif