Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Rektor: Literasi Digital Dosen dan Mahasiswa Meningkat Selama Pandemi

Pendidikan umi beasiswa osc Literasi Digital pandemi covid-19 Dosen Mahasiswa
Fachri Audhia Hafiez • 23 Januari 2022 15:13
Jakarta: Pemerintah memprediksi adanya ancaman gelombang covid-19 akibat tingginya penularan varian Omicron. Perguruan tinggi pun merespons, bahwa ancaman gelombang covid-19 itu akan kembali membawa hikmah bagi dunia pendidikan tinggi di Tanah Air.
 
"Melalui pembelajaran daring, hikmahnya literasi digital mahasiswa menjadi meningkat," kata Rektor Universitas Katolik Widya Mandala (UKWMS), Kuncoro Foe di sela-sela Awarding Night OSC Awards 2021, di lobby Grand Studio Metro TV, Jakarta Barat, Sabtu, 22 Januari 2022.
 
Kuncoro mengatakan, melalui pembelajaran daring, mahasiswa tampak lebih banyak memanfaatkan media komunikasi melalui platform digital yang tersedia. Media komunikasi yang selama ini tak sekadar hanya digunakan untuk media hiburan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tidak hanya menggunakan media komunikasi digital untuk menonton video, hanya untuk chat yang tidak terlalu berdampak positif pada pendidikan, tapi mereka bisa mengubah dan memanfaatkan itu," ujar Kuncoro.
 
Kampus UKWMS yang juga menjadi mitra Beasiswa OSC ini sejatinya sudah menggelar kegiatan pembelajaran tatap muka. Kegiatan itu dibatasi maksimal 50 persen dalam satu ruangan.
 
"Terkait keterampilan itu di laboratorium itu ada tatap muka. Tetapi selain kegiatan itu dilakukan secara daring juga efektif," ucap Kuncoro.
 
Baca juga:  Menkominfo: Beasiswa OSC Medcom.id Memperkuat Pengembangan SDM Tanah Air
 
Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI), Basri Modding, juga menyatakan hal serupa. UMI masih menggelar kegiatan secara hybrid yakni kuliah daring dan tatap muka.
 
Mahasiswa diyakini tak terganggu dengan sistem tersebut. Kegiatan perkuliahan disebut masih berjalan optimal.
 
"UMI selama pandemi ini pembelajaran daring terintergrasi dengan Sistem Pembelajaran Daring Indonesia (Spada) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dengan urutan daring ke 11 nasional dan tetap optimal," ujar Basri.
 
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memprediksi puncak gelombang Omicron di Tanah Air terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret 2022. Proyeksi tersebut dari hasil trayektori yang dilakukan para pakar terhadap perkembangan kasus varian baru covid-19 di Afrika Selatan.
 
Luhut memastikan sistem kesehatan di Tanah Air sudah siap menghadapi virus tersebut. Ketersediaan tempat tidur di rumah sakit, obat-obatan, alat kesehatan, hingga tenaga medis dalam kondisi baik.
 
Pelaksanaan vaksinasi booster atau dosis ketiga juga akan dipercepat. Terutama di wilayah yang memiliki tingkat mobilisasi tinggi, seperti Jawa dan Bali.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif