Rektor Itenas Meilinda Nurbanasari. Foto: Dok Humas Itenas.
Rektor Itenas Meilinda Nurbanasari. Foto: Dok Humas Itenas.

Rektor Itenas: Perlu Kebijakan dan Strategi Tepat Hadapi Bonus Demografi

Pendidikan beasiswa osc bonus demografi Itenas
Arga sumantri • 18 Oktober 2021 11:36
Bandung: Pertama kalinya, Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung untuk pertama kalinya menggelar prosesi Sidang Terbuka Pimpinan dan Senat Wisuda Program Sarjana dan Magister secara tatap muka selama pandemi. Penyelenggaraan wisuda luring ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan.
 
Seluruh panitia dan semua pihak yang terlibat pada acara wisuda ini telah divaksinasi, termasuk para wisudawan. Peserta wisuda diminta untuk melakukan registrasi perizinan melalui website simnas.itenas.ac.id untuk memperoleh QRcode, yang digunakan sebagai akses masuk untuk mengiuti acara prosesi wisuda.
 
Prosesi Sidang Terbuka Pimpinan dan Senat Wisuda Program Sarjana dan Magister Semester Genap 2020/2021 ini dilaksanakan di Gedung Serba Guna (GSG) Bale Dayang Sumbi Itenas pada hari Sabtu, 16 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam pidatonya, Rektor Itenas Meilinda Nurbanasari menyampaikan, Indonesia akan dihadapkan pada bonus demografi. Indonesia diprediksi akan sejajar dengan negara besar yang memiliki perekonomian maju seperti Tiongkok dan Amerika Serikat pada 2045.
 
"Namun demikian harus diingat bahwa bonus demografi yang berdampak positif tidak akan datang dengan sendirinya," tutur Meilinda melalui keterangan tertulis, Senin, 18 Oktober 2021.
 
Baca: Telkom University Buka Pendaftaran Beasiswa Oksigen Education
 
Menurutnya, perlu kebijakan dan strategi yang tepat agar Indonesia dapat menikmati bonus demografi tersebut, bukan justru terperosok dalam malapetaka demografi (demographic disaster). 
 
Guna menghadapi persaingan yang sangat kompetitif nantinya, Meilinda mengatakan bahwa Itenas terus berkomitmen untuk menjadi Perguruan Tinggi terbaik dalam berkontribusi meningkatan daya saing bangsa melalui peningkatan mutu lulusan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. 
 
Itenas berhasil memperbaiki peringkat perguruan tinggi versi Kemendikbudristek, dari peringkat 70 pada 2019, menjadi peringkat 62 pada 2020. Meilinda menekankan, capaian ini berkat kerja keras semua sivitas academika. 
 
"Dan menempati peringkat kelima untuk wilayah Jawa Barat-Banten" tutur Meilinda.
 
Menurutnya, Itenas tidak berpuas diri dengan capaian ini dan akan terus bekerja keras untuk dapat mencapai target 10 besar PTS terbaik se-Indonesia pada tahun 2025. Itenas juga sedang bersiap diri untuk go international melalui perolehan rating QS Star dan impact rangking Times Higher Education.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif