Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri

PKB Gelar Nusantara Bertauhid untuk Redakan Tensi Politik

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Arga sumantri • 15 Maret 2019 05:03
Jakarta: Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengagas kegiatan Nusantara Bertauhid. Kegiatan berisi khataman Alquran, semaan, dan solawatan ini disebut jadi upaya PKB meredakan tensi politik yang semakin panas jelang hari pencoblosan.
 
"Insyaallah Nusantara mengaji yang akan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa," kata Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) di Ciganjur, Jakarta Selatan, Kamis, 14 Maret 2019.
 
Imin mengatakan, tingginya persaingan politik membuat para pendukung kandiday Pilpres 2019 saling mencaci dan menebar fitnah. Ironisnya, kata dia, tak jarang ujaran kebencian dan saling hujat itu menyasar sesama umat Islam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat ini, ia melihat bangsa Indonesia tengah menghadapi berbagai ujian yang tidak ringan. Misalnya, ancaman berita bohong (hoaks), radikalisme, terorisme, serta kesenjangan ekonomi dan sosial. Memudarnya nilai-nilai keagamaan, menjamurnya pergaulan bebas, maraknya penggunaan narkoba, perilaku lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) serta perilaku ingin menang sendiri semakin menambah berat perjuangan dalam mewujudkan cita-cita bernegara.
 
"Yakni negara yang baldatun thoyyibatun wa rabbun ghofur. Negara sejahtera yang masyarakatnya makmur lahir batin," ungkapnya.
 
Menurut Muhaimin, doa bersama diperlukan untuk menopang berbagai upaya kemajuan bangsa. Terlebih, pemerintah sudah berusaha keras membangun infrastruktur, meningkatkan kualitas hidup, mengurangi pengangguran, hingga peningkatan prestasi olahraga.
 
"Biar cepat maksimal ditopang doa. Berbagai kegiatan pembagunan juga ditopang penguatan batiniyah umat Islam Indonesia," paparnya.
 
Wakil Ketua MPR itu mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga kekeluargaan, persatuan. Ia juga mengajak untuk terus menjaga persaudaraan antara sesama umat Islam, warga bangsa, dan umat manusia.
 
Sebab, kata dia, dewasa ini tak jarang sesama warga bangsa mudah terbelah akibat perbedaan sikap politik. Perdebatan cukup panas tak hanya terjadi di dunia nyata, tapi juga di jagat maya.
 
"Kita memohon pertolongan Allah agar pilpres berjalan aman, nyaman, dan damai. Pilpres terpilih orang-orang yang baik, bervisi kemaslahatan yang benar-benar memiliki kemampuan memimpin bangsa," ungkapnya.
 
Muhaimin menjelaskan, kegiatan khataman Alquran dimulai di Pesantren Yambuul Quran, Kudus, Jawa Tengah pada 31 Maret 2019. Kegiatan kedua digelar Pondok Pesantren Syekh Quro, Karawang, Jawa Barat pada 3 April 2019. Khataman Alquran massal dilanjutkan pada 7 April di Masjid Agung, Banten. Terakhir, di Masjid Sunan Ampel, Surabaya pada 14 April 2019, tepatnya tiga hari jelang pencoblosan.
 
Muhaimin mengajak seluruh masyarakat, terutama nahdliyin untuk berpartisipasi. "Takmir masjid secara khusus, dan seluruh umat Islam bersatu-padu menyatukan batiniah, ketauhidan kita untuk kemajuan Indonesia, kemajuan umat, kebangkitan Islam di seluruh penjuru," jelasnya.
 
Koordinator Nasional Gerakan Nasional Mengaji Jazilul Fawaid mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan untuk mengajak semua kalangan, terutama kader PKB agar tidak melupakan urusan batiniyah di tengah padatnya kegiatan kampanye yang terkait dengan kepentingan politik.
 
"Kita buktikan apakah masih ada yang peduli di tengah kampanye ini. Jadi kampanye ngajak memilih juga mengajak mengaji," kata Jazilul yang juga calon anggota DPR Dapil Jatim VIII itu.
 

(ADN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif