Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin--Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin--Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Bawaslu Kawal Pemilih Berkebutuhan Khusus

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
M Sholahadhin Azhar • 21 November 2018 13:36
Jakarta: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengakui ada potensi 'pengarahan' pada pemilih berkebutuhan khusus saat pemilihan umum nanti. Untuk itu, Anggota Bawaslu M Afifuddin menjamin penyandang disabilitas bisa didampingi sekaligus tak diarahkan memilih pasangan tertentu.
 
"Kita pastikan hal-hal seperti pengarahan atau intimidasi ke pemilih tidak terjadi. Semangat pencegahan dilakukan, pengawasan juga dikuatkan," kata Afif saat dihubungi, Rabu, 21 November 2018.
 
Konkretnya, kata dia, pendamping para penyandang disabilitas ini harus menandatangani formulir. Mereka harus menaati aturan dengan hanya mendampingi dan tidak boleh mengarahkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jika tidak bisa sendiri, petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) akan mendampingi (ke TPS)," kata Afif.
 
Pengawas dari Panwaslu juga akan memastikan situasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) kondusif bersama dengan saksi. Tujuannya yakni mengawasi pendamping agar tak mengarahkan penyandang disabilitas.
 
Baca: Bawaslu: Pemilih Disabilitas Mental Perlu Didata
 
Sebab teknisnya, Afif menyebut para pendamping juga mengikuti penyandang disabilitas hingga bilik suara. Sehingga harus dipastikan melalui formulir dan pengawasan bahwa pendamping tak mengarahkan konstituen. "
 
Intinya tidak boleh membuka pilihan yang didampingi dan lainnya," sebut Afif.
 
Prinsipnya, pendampingan dan pengawasan berlapis ini didasari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 135 tahun 2015. Adapun salah satu bunyi putusan MK sebagai berikut:
 
"Bahwa bunyi ketentuan Pasal 148 UU Kesehatan yaitu:
(1) Penderita gangguan jiwa mempunyai hak yang sama sebagai warga negara.
(2) Hak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi persamaan perlakuan dalam setiap aspek kehidupan, kecuali peraturan perundang-undangan menyatakan lain."
 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif