Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Taufik Basari - MI/Adam Dwi.
Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Taufik Basari - MI/Adam Dwi.

Kasus Penculikan Aktivis Bukan Isu Lima Tahunan

Pemilu debat capres cawapres pilpres 2019
Arga sumantri • 17 Januari 2019 16:44
Jakarta: Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Taufik Basari, menyebut kasus penculikan aktivis 1998 bukan isu lima tahunan. Masalah ini adalah hal yang harus terus diperjuangkan.
 
"Ada atau tidak pemilu dan pemilihan presiden, isu ini terus diperjuangkan para korban dan aktivis HAM karena ini adalah tanggung jawab negara untuk menuntaskannya," kata Taufik di Jakarta, Kamis, 17 Januari 2019.
 
Taufik menyebut publik harus bisa mendapat penjelasan yang gamblang soal kasus penculikan aktivis. Ia berharap isu ini muncul dalam debat publik perdana Pilpres 2019, malam nanti. Calon presiden dan calon wakil presiden, kata dia, harus bisa menunjukkan komitmennya terkait penuntasan kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) masa lalu itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Agar masalah pelanggaran HAM masa lalu ini tidak menjadi mengambang dan beban bagi generasi penerus," ucap politikus NasDem itu.
 
Dia menambahkan kasus penculikan tidak main-main, sebab terkait perampasan kemerdekaan disertai penyiksaan. Bahkan, masih ada sejumlah korban yang tidak diketahui nasibnya hingga saat ini. Keluarga korban berhak mengetahui duduk masalah yang sesungguhnya.
 
(Baca juga:Publik Diminta Rileks Saksikan Debat)
 
"Jika masih hidup bagaimana keadaannya dan jika sudah meninggal kuburannya di mana," tegas dia.
 
Terkait hal itu, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto harus bisa mengambil peran. Prabowo harus bisa menjelaskan ke publik soal kasus penculikan aktivis. Sebab, Prabowo kala itu adalah pemimpin Kopassus.
 
"Sebab yang menjadi tertuduh saat itu adalah korps baret merah atau Kopassus," tutur dia.
 
Bila memang Prabowo memiliki komitmen terhadap penuntasan kasus-pelanggaran HAM masa lalu, menurut Taufik, harus dimulai dari kasus yang menyeret namanya.
 
"Menurut saya, Prabowo bisa memulai dengan memberi penjelasan mengenai bagaimana kita bisa menemukan korban yang belum kembali hingga saat ini," kata Taufik.

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif