Politikus Diminta Mencontoh Keteladanan Pahlawan
TKN Jokowi ziarah ke makam pencipta lagu kebangsaan Wage Rudolf Supratman. Foto: Medcom.id/Dheri.
Surabaya: Pernyataan juru bicara Badan Pemenangan Nasional Koalisi Indonesia Makmur Dahnil Anzar Simanjuntak yang menyamakan Prabowo-Sandiaga dengan Sukarno-Hatta menuai kecaman. Ketimbang menyamakan, para politikus diminta meneladani sifat para pahlawan.
 
"Lebih baik diambil semangatnya, dicontoh keteladanannya," kata Sekretaris Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja, Hasto Kristiyanto di Makam WR Supratman, Surabaya, Sabtu, 27 Oktober 2018.
 
Hasto bersama perwakilan TKN-KIK mengunjungi makam pencipta lagu kebangsaan Wage Rudolf Supratman. Kebetulan, TKN-KIK sedang menggelar rapat kerja nasional di Surabaya.
 
Hasto mengatakan ada banyak hal yang bisa dipelajari dari sosok W.R Supratman. Pencipta lagu kebangsaan itu dikenal sebagai sosok sederhana.

Baca: TKN Jokowi-Ma'ruf Berkomitmen Patuhi Aturan Kampanye


W.R Supratman meninggal di usia 35 tahun. Saat pertama kali mengenalkan lagu kebangsaan di Kongres Pemuda 1928, Supratman datang dengan pakaian sederhana dan biola butut.
 
Tapi, lantunan musik yang dikeluarkan biola itu sungguh membuat haru. Supratman juga bersemangat melantunkan lagu kebangsaan itu di hadapan publik.
 
"W.R Supratman rela dipenjara demi menyosialisasikan lagu yang penuh semangat juang dan penuh cita-cita kemerdekaan itu," jelas Hasto.



(FZN)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id