PPP: Politik Kebohongan Merusak Tatanan Demokrasi

Whisnu Mardiansyah 22 Oktober 2018 14:34 WIB
hoax
PPP: Politik Kebohongan Merusak Tatanan Demokrasi
Achmad Baidowi. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar
Jakarta: Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi sepakat dengan pidato Presiden Joko Widodo untuk mengakhiri politik kebohongan di Pemilu 2019. Politik kebohongan bahaya bagi keberlangsungan proses demokrasi di Tanah Air.

"Ya, bagus. Politik hoaks ataupun hoaks politik harus dihindarikarena merusak tatanan demokrasi dan tidak mencerdaskan. Seharusnya politik itu untuk membangun peradaban bangsa," kata Baidowi di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 22 Oktober 2018.


Demokrasi akan semakin berkualitas jika yang dijual adalah politik gagasan dan program ketimbang menjual kebohongan dengan memanipulasi fakta dan data. "Kita harus berpolitik sesuai fakta dan data, tidak menjual kebohongan," jelasnya.

Baca: Jubir: Jokowi Muak dengan Kebohongan Politik

Baidowi mencontohkan kasus berita bohong yang dilakukan aktivis Ratna Sarumpaet. Itu merupakan contoh politik kebohongan yang merugikan banyak pihak. Sehingga, perbuatan seperti ini harus dihindari setiap kontestan Pemilu 2019 serta masyarakat yang akan memilihnya.

"Kasus Ratna Sarumpaet adalah politik kebohongan yang nyata dan membuat jagad politik gaduh," ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengingatkan semua pihak untuk mengakhiri politik kebohongan pada Pilpres 2019. Jokowi mengingatkan pemilu harus diisi dengan adu gagasan dan prestasi, bukan perang demokrasi.

"Perayaan dengan adu gagasan dan adu prestasi adalah perayaan demokrasi yang benar. Kita harus akhiri politik kebohongan dan politik yang merasa benar sendiri. Kita bangun politik pembangunan, politik kerja," ujar Jokowi saat menghadiri hari ulang tahun (HUT) ke-54 Golkar di Jakarta International Expo (Jiexpo) Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu, 21 Oktober 2018.



(YDH)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id