Bawaslu Kudus jumpa pers berkait operasi tangkap tangan politik uang. Medcom.id/Rhobi Shani
Bawaslu Kudus jumpa pers berkait operasi tangkap tangan politik uang. Medcom.id/Rhobi Shani

Dua Terduga Politik Uang Ditangkap

Pemilu politik uang pileg pemilu serentak 2019
Rhobi Shani • 16 April 2019 14:51
Kudus: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, melakukan operasi tangkap tangan (OTT) praktik politik uang pada pukul 21.30 WIB, Senin, 15 April 2019. Dua orang ditangkap pada OTT di RT5 RW4 dan RT7 RW1 Desa Temulus, Mejobo, Kabupaten Kudus, tersebut.
 
Ketua Bawaslu Kudus Moh Wahibul Minan menyebut, AS dan AH ditangkap lantaran dugaan melanggar tindak pidana Pemilu kategori praktik politik uang.
 
"Kedua pelaku memiliki peran membagikan uang dari salah satu Caleg DPRD Dapil IV meliputi Mejobo, Bae, Undaan," ujar Minan kepada awak media di kantor Bawaslu Kudus, Selasa, 16 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari tangan AS, warga Dukuh Karangmalang, Kecamatan Mejobo, disita barang bukti berupa uang pecahan 100 ribu sebanyak Rp4,6 juta. Dari tangannya juga ditemukan kartu nama bergambar salah satu Caleg DPRD Kabupaten Kudus dari Dapil IV sebanyak 198 kartu.
 
“Dan juga barang bukti daftar nama-nama calon pemilih dan calon penerima uang,” kata Minan.
 
AS telah membagikan uang kepada 20 orang yang tinggal di desa tersebut. Masing-masing menerima Rp20 ribu. Ada juga yang menerima Rp25 ribu. Sedangkan dari pengakuan AH, dia belum sempat membagikan uang.
 
Uang yang dikasih Caleg tersebut sudah berada di dalam tas yang dibawa AH. Mekanisme pembagiannya, uang diberi senilai jumlah pemilih dengan cara digabung jika di dalam satu rumah ada dua atau tiga pemilih.
 
“Ini langkah kami, tadi hasil pembahasan (Gakkumdu), bahwa dari hasil investigasi maka kemudian kita naikkan pada tahap klarifikasi yang akan kami laksanakan mulai tanggal 18 April 2019. Kalau ditotal yang kita amankan Rp9,6 juta dari dua TKP. Desanya sama, tapi RT RW berbeda,” ungkap Minan.
 
Dari informasi yang dihimpun, AS dan AH merupakan orang yang bertugas membagikan uang dari caleg berinisial AW dari Partai Gerindra.
 
“Mereka dapat dijerat dengan pasal 523 ayat 2 juncto pasal 278 ayat 2 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum dengan sanksi pidana penjara maksimal 4 tahun dan maksimal denda Rp 48 juta,” pungkas Minan.
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif