Masyarakat diajak ikut memantau proses Pemilu 2019. Foto: Annisa Ayu Artanti/Medcom.id
Masyarakat diajak ikut memantau proses Pemilu 2019. Foto: Annisa Ayu Artanti/Medcom.id

Masyarakat Diajak Memantau Pemilu Lewat Mata Rakyat

Pemilu pemilu serentak 2019
Annisa ayu artanti • 24 Maret 2019 15:10
Jakarta: Lima lembaga independen membentuk koalisi untuk memantau rangkaian Pemilu 2019. Pemantauan akan dilakukan dengan sistem digital melalui aplikasi, Mata Rakyat.
 
Kelima lembaga tersebut adalah Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), Jaringan Pendidikan Pemilih Rakyat (JPRR), Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (SPD), Konstitusi dan Demokrasi (Kode), dan Mata Rakyat.
 
"Kami menyediakan satu platform berbasis teknologi informasi. Dengan demikian melalui peran ini kami harap proses Pemilu 2019 dapat berjalan aman dan demokratis," kata Manager Pemantauan JPPR Alwan Riantoby di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Minggu, 24 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Alwan menjelaskan sistem pemantauan ini dilakukan untuk meningkatkan kembali peran masyarakat dalam memastikan Pemilu 2019 berjalan demokratis. Sejak 1999-2004, jumlah masyarakat yang perhatian dan konsentrasi terhadap pemilu di Indonesia terus menurun.
 
Pada Pemilu 2019 ini tercatat ada lebih dari 800 ribu tempat pemungutan suara (TPS), namun jumlah masyarakat yang memantau masih sangat sedikit. Alwan pun mengajak masyarakat untuk ikut memantau kampanye rapat umum, masa tenang, hari pemungutan suara, dan proses rekapitulasi dengan menggunakan Mata Rakyat. Aplikasi ini diharapkan bisa menstimulus dan memfasilitasi peran masyarakat terhadap penyelenggaraan Pemilu.
 
"Sejauh ini kita sudah membentuk di 15 provinsi, tentu jumlah pemantauan dari 85 ribu ini akan terus menambah," jelas Alwan.
 
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Mata Rakyat, Bayu Adi Permana mengatakan para pemantau bisa melaporkan apapun yang terjadi di lapangan melalui aplikasi Mata Rakyat ini. Termasuk, hasil perolehan suara dari setiap TPS.
 
"Yang pasti semua data yang masuk kita compile dengan sistem kita di pusat nanti kita dapat data yang sesuai realitanya," jelas Bayu.
 
Aplikasi Mata Rakyat ini pernah digunakan pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Namun, dia memastikan aplikasi yang ada saat ini berbeda dengan sebelumnya.
 
Aplikasi yang sekarang akan mencakup pemilu di 34 provinsi. Mata Rakyat juga nantinya dapat menginformasikan hasil hitung cepat Pileg dan Pilpres 2019.
 
"Mata Rakyat ini lembaga yang berbeda Mata Rakyat yang Jakarta," ujar Bayu.
 

(AZF)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif