Pengamat pertahanan Universitas Indonesia Yandry Kurniawan. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
Pengamat pertahanan Universitas Indonesia Yandry Kurniawan. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra.

Pembahasan Diplomasi Indonesia Dinilai Kurang Dalam Debat

Pemilu debat capres
Ilham Pratama Putra • 02 April 2019 02:43
Jakarta: Pengamat pertahanan Universitas Indonesia, Yandry Kurniawan menyebut pembahasan diplomasi Indonesia dalam debat keempat calon presiden (capres) minim. Padahal diplomasi Indonesia sangat baik secara global.
 
"Yang perlu di-highlight, diplomasi Indonesia di kawasan tatanan global sudah cukup bagus. Kenapa enggak dibahas?," ungkap Yandri di Kantor CSIS, Jakarta, 1 April 2019.
 
Dia mengatakan pembahasan tentang diplomasi internasional masih bisa dikembangkan lagi. Petahana maupun penantang harus mampu menunjukkan kemampuannya, meski hanya diberi waktu yang singkat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya rasa ini menjadi tantangan kandidat. Harus bisa dijual dalam dalam enam menit," katanya
 
Padahal, sejak Juni 2018 Indonesia telah menjadi anggota tak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Indonesia dipercaya masuk dewan hingga hingga 2020 periode 2019-2020. Ada 144 suara di forum PBB yang menginginkan Indonesia menjadi anggota DK PBB.
 
Selain itu, diplomasi Indonesia di bidang perdamaian sangat dominan. Misalnya terkait dukungan perdamaian di Afghanistan. Hal itu diwujudkan dalam Pertemuan Trilateral Ulama di Bogor yang mempertemukan ulama-ulama dari Afghanistan, Pakistan dan Indonesia tahun lalu.
 
Komitmen Indonesia menciptakan perdamaian global semakin nyata. Hal itu ditunjukkan dalam penanganan konflik di Rakhine State, Myanmar.
 

(EKO)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif