Capres-Cawapres nomor urut 2 Prabowo-Sandi/Medcom.id/Yona
Capres-Cawapres nomor urut 2 Prabowo-Sandi/Medcom.id/Yona

Cucu Pendiri NU Jadi Juru Bicara Prabowo-Sandi

Pemilu pilpres 2019 Prabowo-Sandi
Whisnu Mardiansyah • 02 November 2018 04:08
Jakarta: Tokoh Nahdlatul Ulama, KH Irfan Yusuf Hakim bergabung dengan Badan Pemenangan Nasional Koalisi Indonesia Adil Makmur Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Gus Irfan merupakan cucu dari pendiri NU, KH Hasyim Asy'ari.
 
"Kita punya program ekonomi umat. Saya memeperkenalkan Gus Irfan sebagai juru bicara kami yang baru," kata calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno saat jumpa pers di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Kamis, 1 November 2018.
 
Menurut Sandi, Gus Irfan memiliki pengalaman dan kapasitas mengembangkan ekonomi keumatan. Terutama, ekonomi berbasis pesantren.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gus Irfan bergabung ke kubu Prabowo-Sandi untuk mementahkan anggapan NU condong mendukung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Padahal, kata Gus Irfan, sikap NU sejauh ini netral.
 
"Salah satu poin utama, adalah akar rumput terutama di Jawa Timur mungkin juga di tempat lain, kontestasi Pak Prabowo dan Jokowi ditarik antara NU dan bukan NU. Ini yang dikembangkan di bawah," jelasnya.
 
Dia ingin meyakinkan jika ada juga kalangan Nahdhiyin yang mendukung Prabowo-Sandi. Hal ini juga membuktikan keluarga besar KH Hasyim Asyari menjunjung tinggi demokrasi.
 
Putra dari KH Yusuf Hasyim itu juga tertarik dengan gagasan dan program ekonomi yang digagas pasangan Prabowo-Sandi. Sebab, konsentrasinya kepada ekonomi keumatan.
 
"Nahdliyin ini tertinggal di perekonomian," pungkasnya.
 

(AZF)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif