Pengamat politik Boni Hargens (kiri)/Medcom.id/Juven
Pengamat politik Boni Hargens (kiri)/Medcom.id/Juven

Pengamat: Sebutan Sontoloyo dan Genderowo Terlalu Halus

Pemilu pilpres 2019 Jokowi-Ma`ruf
Juven Martua Sitompul • 24 November 2018 16:04
Jakarta: Pengamat politik menilai penyebutan sontoloyo dan Genderuwo oleh Jokowi tak begitu tajam. Kondisi perpolitikan Indonesia yang terlalu buruk membutuhkan sindiran lebih keras.
 
"Makanya yang saya bilang, sontoloyo dan Genderuwo terlalu halus untuk mengutuk keadaan yang buruk ini," tegas Boni dalam diskusi bertajuk 'Memahami Perda Syariah dan Perda Injil dalam Bingkai Pancasila' di Jakarta, Sabtu, 24 November 2018.
 
Baca: Politik Genderuwo Tak Perlu Didramatisasi

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Boni bahkan sependapat dengan calon presiden nomor urut 01 itu. Faktanya, kata dia, ada banyak politikus pecundang dan merampok hak-hak rakyat.
 
"Mereka tiba-tiba jadi orang yang agamis tapi semua perampok, kita tahu semua perampok pembajak negara, mafia di mana-mana," ucap dia.
 
Baca: Sebutan 'Politik Sontoloyo' Merujuk pada Sikap
 
Boni menyindir pihak-pihak yang sengaja memainkan isu agama pada Pilpres dan Pemilu 2019. Menurut dia, cara-cara tersebut telah mengotori nilai-nilai demokrasi Indonesia.
 
"Tiba-tiba hanya mau menang pemilu pakai simbol seolah semua orang saleh, dan mulai menuduh kiri kanan, ini Jokowi anti-Islam ini itu, ya politik ini jadi tidak sehat," ketus dia.
 

(OJE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif