Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin. MI/Ramdani.
Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin. MI/Ramdani.

Bawaslu Ungkap Tantangan Pendataan Pemilih di Luar Negeri

Pemilu pemilu serentak 2019
Faisal Abdalla • 30 April 2019 02:39
Jakarta: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mendata masalah dalam pelaksanaan Pemilu 2019 di luar negeri. Bawaslu mengakui pengawasan pemilu di luar negeri punya tantangan sendiri.
 
Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin menyebut tantangan penyelenggaraan pemilu di luar negeri sudah muncul sejak tahap pemutakhiran data pemilih.
 
"Daftar pemilih tetap di luar negeri itu tidak semudah kita membuat atau mendatanya di dalam negeri," kata Afif dalam sebuah diskusi di Gedung Bawaslu, Jakarta, Senin, 29 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Usai Pemilu 2019, Merajut Kembali Persatuan
 
Afif mengatakan salah satu masalah yang ditemui adalah adanya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri yang tak bisa masuk DPT karena kendala administrasi. Seperti paspor TKI yang ditahan majikan.
 
Persoalan ini, lanjut Afif sulit diselesaikan lantaran tak semua majikan TKI kooperatif. Tak sedikit TKI yang akhirnya tak bisa mencoblos karena persoalan ini.
 
"Ini terjadi di banyak negara Timur Tengah, di Asia saya kira juga demikian," kata Afif.
 
Penyelenggara pemilu juga kewalahan mendata jumlah pemilih. Karena, data dari Direktorat Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri tak sesuai dengan jumlah pemilih di lapangan. Sehingga, Bawaslu hraus merekrut panitia pengawas (panwas) tambahan.
 
Afif mencontohkan jumlah pemilih yang ada di London. Berdasarkan data dari Dukcapil Kemendagri, jumlah pemilih di Londong kurang dari 3.000 jiwa. Tapi, data di lapangan mencatat pemilih sebanyak 7.000 jiwa.
 
"Katanya ini dampak dari banyaknya mahasiswa yang kemudian lebih memilih sekolah di Inggris. Akhirnya kita mendadak membuat Panwaslu, dua bulan sebelum hari pemilihan suara," ujarnya.
 
Baca: Bawaslu Cirebon Rekomendasikan Pencoblosan Ulang Satu TPS
 
Meski berat, penyelenggara pemilu tak menyerah. Segala upaya terus dilakukan agar penyelenggaraan pemilu berjalan lancar.
 
"Meski tantanganya luar biasa, tapi ini untuk memastikan warga negara kita di luar negeri untuk lebih mudah menggunakan pemilih," pungkas Afif.

 

(DRI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif