Pemilih menunjukkan tinta di jarinya seusai pencoblosan di TPSLN Moskow. Foto: MI/Panca Syurkani.
Pemilih menunjukkan tinta di jarinya seusai pencoblosan di TPSLN Moskow. Foto: MI/Panca Syurkani.

IKA UNS Ingatkan Kontestan Pemilu Tahan Diri

Pemilu pemilu serentak 2019
22 April 2019 10:39
Jakarta: Ikatan Keluarga Alumni Universitas Sebelas Maret (IKA UNS) mengingatkan kontestan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 untuk menjaga persatuan dan kesatuan. Kepentingan bangsa harus berada di atas kepentingan pribadi dan golongan.
 
"Dihimbau semua bisa menahan diri sampai hasil akhir pemilu ditetapkan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) dengan tahapan sesuai peraturan perundangan yang berlaku," kata Ketua Umum IKA UNS Budi Harto dalam keterangan tertulisnya, Senin, 22 April 2019.
 
Dia menekankan pemilu adalah sarana demokrasi untuk mewujudkan pemerintahan yang kredibel dan akuntabel. Pesta demokrasi ini menjadi prasyarat paling minimalis dalam proses pembentukan pemerintahan yang demokratis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pihaknya mengapresiasi semua pihak yang telah terlibat dalam Pemilu 2019 yang berlangsung secara aman dan damai. Budi pun mendukung KPU menjalan tugas pokok dan fungsinya dengan baik,
 
KPU, jelas dia, harus tetap komunikatif, terbuka, cermat, teliti, dan responsif dalam menyampaikan fakta dan data terkait penghitungan suara.Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)
juga diharapkan meningkatkan pengawasan.
 
"Bawaslu harus mengambil tindakan tegas, terukur, dan adil terhadap semua pelanggaran pemilu," jelas dia.
 
Sementara itu, TNI dan Polri diharap mengantisipasi segala macam tindakan yang bertujuan mendelegitimasi Pemilu 2019. Tindakan yang ingin merongrong wibawa pemerintah dan negara harus dicegah.
 
"Masyarakat dan alumni UNS di mana pun berada untuk ikut serta mengawal pelaksanaan pemilu sampai penghitungan suara selesai dengan tuntas dengan mejaga ketenangan dan ketertiban," ungkap Budi.
 
Pencoblosan Pemilu 2019 sudah berlangsung pada Rabu, 17 April 2019. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, publik memilih secara bersamaan presiden serta wakilnya di DPR, DPRD, dan DPD.
 
Baca: Sejarah Hitung Cepat Tak Pernah Bohong
 
Berdasarkan hitung cepat, pasangan Joko Widodo-Ma’ruf diprediksi memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Jokowi-Ma’ruf meraih sekitar 54 persen suara, sedangkan rivalnya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 45 persen.
 
Namun, kubu Prabowo enggan mengakui hasil hitung cepat yang disiarkan sejumlah media nasional. Prabowo mengeklaim sebagai pemenang Pilpres 2019 berdasarkan penghitungan internal jajarannya. Relawan pun diminta mengawal suara di daerah.
 
Angka yang ditampilkan dalam hitung cepat sejatinya tak beda jauh dengan sistem informasi hasil hitung suara (situng) KPU. Per pagi ini, Jokowi meraih 54,76 persen suara, sedangkan Prabowo 45,24 persen dalam sistem resmi dari KPU ini.

 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif