Juru bicara TKN Jokowi-Amin, Ace Hasan Syadzily (kiri)/MI/Mohamad Irfan
Juru bicara TKN Jokowi-Amin, Ace Hasan Syadzily (kiri)/MI/Mohamad Irfan

Ace: Jokowi-Ma'ruf Mantap Betul

Pemilu pilpres 2019 Jokowi-Ma`ruf
Arga sumantri • 17 Januari 2019 11:00
Jakarta: Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin mantap menghadapi debat. Empat tahun kepemimpinan diyakini bisa menjadi modal meyakinkan publik dalam debat perdana.
 
"Jelang debat malam ini, Pak Jokowi dan Pak Kiai Ma’ruf sudah mantap atau bahasa gaul saat ini, sudah mantul, mantap betul," kata juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily, di Jakarta, Kamis, 17 Januari 2019.
 
Ace mengatakan Jokowi-Ma'ruf menghadapi debat perdana tanpa beban. Keduanya memiliki rekam jejak baik dan tak dibebani dosa masa lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tidak dibebani kasus-kasus pelanggaran HAM berat, berintegritas tanpa terlibat kasus-kasus korupsi, dan juga punya pengalaman dalam aspek-aspek teknis hukum dan pemerintahan," beber dia.
 
Baca: Jokowi Mantap Hadapi Debat
 
Jokowi juga sudah meletakkan fondasi reformasi hukum, penegakan HAM, dan pemberantasan korupsi empat tahun terakhir. Catatan ini membuat Jokowi bisa percaya diri mengulas isu-isu yang menjadi bahasan dalam debat perdana tersebut.
 
"Ibarat lomba lari cepat pasangan kami tidak harus memikul ransel dengan beban yang berat," ucap Politikus Golkar itu.
 
Di bidang hukum, Jokowi mereformasi proses dan produk regulasi dengan cara memangkas aturan berbelit. Hal itu membuat kemudahan berusaha bagi masyarakat.
 
Di bidang penegakan hak asasi manusia, Jokowi menekankan hak-hak Economic and Social Council (ECOSOC), selain melindungi hak sipil dan politik. Jokowi juga memberikan perhatian pada pelayanan kesehatan, pendidikan, dan lapangan kerja.
 
"Perhatian yang besar diberikan pada perempuan, anak-anak dan penyandang disabilitas," ucap dia.
 
Baca: Jokowi-Ma'ruf Mantapkan Persiapan Debat
 
Dalam pemberantasan korupsi, Jokowi menguatkan aspek pencegahan dengan strategi nasional antikorupsi. Terutama di sektor perzinan, tata niaga, keuangan negara, dan reformasi birokrasi.
 
"Tapi dalam aspek penindakan, Pak Jokowi bertindak konkret mendukung KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dan juga mengencarkan saber pungli," beber dia.
 
Dalam pemberantasan terorisme, Jokowi dianggap terbukti menekankan soft power melalui instrumen pendidikan, kesejahteraan, dan kebudayaan. Pencapaian empat tahun belakangan membuat keduanya muda meneruskan pekerjaan.
 

(OJE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi