Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno dan Direktur Materi dan Debat BPN Prabowo-Sandi Sudirman. ANT/Sigid Kurniawan.
Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno dan Direktur Materi dan Debat BPN Prabowo-Sandi Sudirman. ANT/Sigid Kurniawan.

BPN Menyayangkan Keputusan KPU Batalkan Pemaparan Visi-Misi

Pemilu debat capres cawapres
Sunnaholomi Halakrispen • 06 Januari 2019 06:42
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) batal menggelar paparan visi dan misi pasangan calon presiden dan wakil presiden pada 9 Januari 2019. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyayangkan keputusan itu.
 
"Terus-terang kami sangat menyayangkan keputusan KPU ini. Seharusnya KPU tetap menggelar paparan visi dan misi calon presiden sebelum debat paslon diselenggarakan," ujar Direktur Materi dan Debat BPN Prabowo-Sandi Sudirman Said di Jakarta, Sabtu, 5 Januari 2019.
 
Sudirman menilai KPU membatalkan acara tersebut karena Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyarankan agar paparan visi dan misi disampaikan tim sukses. Padahal, BPN Prabowo-Sandi ingin pemaparan visi dan misi dilakukan pasangan calon.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sudirman menilai pemaparan visi dan misi oleh pasangan calon sangat penting. Hal ini bisa membuat masyarakat menilai sejauh mana pasangan calon yang memahami permasalahan bangsa.
 
Hingga kini belum ada kesepakatan dari kedua kubu. KPU pun meniadakan pemaparan visi dan misi yang direncanakan dilaksanakan sebelum debat calon presiden.
 
"Tentunya masyarakat berhak mendapat informasi langsung dari paslon. Bagaimana cara paslon mengentaskan segala masalah yang terjadi di bangsa ini, perlu disampaikan," paparnya.
 
Lagipula, kata Sudirman, pemaparan visi dan misi sebelum debat memudahkan paslon merinci masalah saat debat capres-cawapres. Sehingga, debat capres-cawapres tak hanya membahas angan-angan dan janji.
 
"Bukan debat kusir atau berangan-angan yang membuat masyarakat kesulitan menagih janjinya ketika terpilih nanti. Janji kepada rakyat harus ditunaikan, bukan awalnya bicara soal revolusi mental tapi jadinya malah jualan infrastruktur pakai utang," pungkasnya.
 

(DRI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi