Calon presiden pasangan nomor urut 01 Joko Widodo membalas
Calon presiden pasangan nomor urut 01 Joko Widodo membalas "Salam Jempol" saat hadir dalam dalam pembukaan Rakernas Relawan Pengusaha Muda Nasional (REPNAS) Jokowi-Ma'ruf, di Jakarta, Sabtu (3/11). Foto: MI/Agus Mulyawan.

Jokowi Optimistis Menang di Banten

Pemilu pilpres 2019 Jokowi-Ma`ruf
Achmad Zulfikar Fazli • 04 November 2018 21:26
Tangerang: Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo optimistis bisa merebut kemenangan di Banten. Apalagi, dia dan wakilnya Ma'ruf Amin sudah mendapatkan suntikan dukungan dari keluarga besar almarhum Tubagus Chasan Sochib.

Tubagus Chasan merupakan tokoh berpengaruh di Banten. Dia juga ayah dari mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah.

"Keluarga besar (Tubagus Chasan Sochib) bertekad pertengahan Desember (2018) berubah. Di sini juga memiliki semangat yang sama, insyaallah Desember nanti berubah," ujar Jokowi dalam acara pengukuhan Tim Kampanye Daerah Koalisi Indonesia Kerja (TKD-KIK) Provinsi Banten di ICE BSD, Tangerang, Minggu, 4 November 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Para kiai dan ulama juga siap memenangkannya di Banten. Apalagi, Ma'ruf Amin seorang kiai yang berasal dari Banten. Hal itu menambah keyakinan pasangan nomor urut 01 untuk meraih kemenangan. Baca juga: Ma'ruf Amin Yakin Raup 70 Persen Suara di Banten

Dia pun sudah menyapa sejumlah masyarakat di Banten. Dia menjabat tangan para masyarakat untuk merasakan dukungannya.

"Saya salaman dengan bapak ibu, oh ini salaman bener, yang ini salaman setengah-setengah, yang salaman enggak didukung. Jangan pikir saya enggak ada perasan saat salaman," kata dia.

Dia pun meminta tim kampanye untuk menjelaskan kinerja pemerintah selama lima tahun ini kepada masyarakat. Misalnya Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), serta Program Keluarga Harapan (PKH).

Menurut dia, dukungan dari masyarakat di desa sudah cukup kuat dalam satu tahun belakangan. Mereka diterpa isu apa pun tak akan mengalihkan dukungannya.

Namun, dia khawatir dengan dukungan masyarakat kota. Mereka dinilai rentan mengalihkan dukungan jika disuntikan isu-isu negatif.

"Kalau orang kota masih goyah karena orang kota pegang gadget, hp. Jadi gampang kena hoaks di medsos, banyak diterpa kabar bohong," pungkas dia.




(HUS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi