Suasana deklarasi pencegahan pelibatan anak dalam sengketa pemilu. Medcom.id/Arga Sumantri.
Suasana deklarasi pencegahan pelibatan anak dalam sengketa pemilu. Medcom.id/Arga Sumantri.

TKN dan BPN Sepakat Cegah Pelibatan Anak

Pemilu pilpres 2019
Arga sumantri • 17 Mei 2019 20:02
Jakarta: Tim pemenangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sepakat mencegah pelibatan anak dalam menyelesaikan proses sengketa Pemilu. Hal ini menyusul beredarnya foto anak yang disertai kalimat rela gugur pada 22 Mei 2019 di media sosial.
 
"Kedua pihak sepakat tidak memprovokasi, melakukan indoktrinasi, hasutan, dan menyebar kebencian pada anak-anak," kata Ketua KPAI Susanto di Kantor KPAI, Jakarta Pusat, Jumat, 17 Mei 2019.
 
Mereka juga menyepakati mengedukasi proses demokrasi yang konstitusional dan mencegah pelibatan anak dalam demonstrasi dan kerumunan yang membahayakan anak. Ada pula imbauan bagi seluruh pihak untuk tidak melibatkan anak dalam kegiatan politik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami juga mengimbau seluruh satuan pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, orang tua untuk mencegah pelibatan anak dalam kegiatan politik termasuk sengketa hasil pemilu," tambahnya.
 
Baca: Penetapan Calon Terpilih Tunggu Kepastian Sengketa di MK
 
Kesepakatan ini ditandatangani masing-masing perwakilan dari kubu Joko Widodo-Ma’ruf Amin maupun Prabowo-Sandiaga Uno. Dari kubu Jokowi-Ma'ruf diwakili Direktur Hukum dan Advokasi TKN Ade Irfan Pulungan, sementara dari kubu Prabowo-Sandi diwakili oleh Juru Debat BPN Prabowo-Sandi, Edriana Noerdin.
 
Kesepakatan ini dibuat menyusul viral foto seorang anak yang berpakaian serba putih dengan tulisan rela gugur pada 22 Mei 2019. Pada foto itu juga terdapat tulisan anak sebagai rakyat biasa yang akan membawa selembar baju gamis, sorban putih yang berartikan jasad yang kembali.
 
Sementara, terkait beredarnya foto tersebut, KPAI masih mendalaminya. "Kita masih mencari tahu sosok anak ini dan di mana lokasinya," ucap Susanto.
 
Susanto mengatakan telah bekerja sama dengan pihak siber Bareskrim Mabes Polri untuk mengusut kebenaran foto tersebut. "Kita tunggu saja nanti hasilnya," pungkasnya.
 

(DRI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif