Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal

Ada penggelembungan Suara, KPU Diminta Gelar PSU di Surabaya

Pemilu pemilu serentak 2019
Amaluddin • 22 April 2019 23:14
Surabaya: Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta untuk menggelar pemungutan suara ulang (PSU) di beberapa tempat pemungutan suara (TPS) di Surabaya, Jawa Timur. Hal itu lantaran PDI Perjuangan diduga telah melakukan penggelembungan suara pada Pileg 2019.
 
"Misalnya ada ketidakcocokan data di TPS 97 Kelurahan Patemon, Kecamatan Sawahan. Harusnya di sana PDIP hanya mendapat 26 suara tapi ditulis 88 suara. Penggelembungan suaranya macam-macam, rata-rata antara kisaran 20 sampai 30 suara per TPS," kata Ketua DPC PKB Surabaya, Musyafak Rouf, dikonfirmasi, Senin, 22 April 2019.
 
Musyafak ingin agar Bawaslu dan KPU Kota Surabaya segera melakukan PSU. Dia merasa suara PKB di beberapa TPS di Surabaya tidak sesuai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengaku punya bukti di TPS 08 Kelurahan Karah, Kecamatan Jambangan, Surabaya. Jumlah suara sah PKB di sana berdasarkan plano harusnya 36 suara, namun setelah direkap hanya ditulis enam suara.
 
"Kecurangan ada di 35 persen TPS di Surabaya. Di Surabaya sendiri ada total 8.146 TPS. Kami menemukan 35 persen form C1 salah hitung. Sementara 11 persen form C1 tidak wajar," katanya.
 
Wakil Ketua DPC PDIP Kota Surabaya Adi Sutarwijono, mengatakan tidak mungkin partainya menggelembungkan suara, karena TPS dipantau banyak orang. "Kan ada saksi parpol, diberikan ruang untuk memberikan saksi, kemudian saksi pilpres, kemudian pengawas TPS, kemudian ada petugas KPPS. Bagaimana bisa menggelembungkan suara," kata Awi.
 
Awi tidak mengelak adanya kesalahan-kesalahan yang terjadi di beberapa TPS di Surabaya. Kesalahan itu umumnya terjadi saat penjumlahan total suara perolehan partai. "Namun kelebihan suara tidak hanya menimpa PDIP saja, tapi juga partai lain banyak yang suaranya tidak tepat," ujarnya.
 
Salah satunya di Kecamatan Rungkut juga ditemukan kesalahan prolehan suara. Menurutnya, itu terjadi karena faktor kelelahan petugas di lapangan. "Karena penghitungan suara DPRD Kab/ Kota bahkan baru dilakukan jam 00.00 malam. Ini faktor kelelehan saja," kata Awi
 
Sementara itu, Ketua DPC Gerindra Surabaya, BF Sutadi juga menemukan banyak pelanggaran pada Pemilu 2019 di Surabaya, baik administrasi maupun pidana. Pelanggaran tersebut di antaranya penggelembungan suara, sehingga berbeda saat penjumlahan suara.
 
"Penjumlahan salah itu adalah rata rata di sebuah dapil 10 sampai 20 suara penggelembungannya, ada tambahan. Misal dari 25 suara jadi 35 suara. Ini semuanya bisa dibuktikan," kata Sutadi.
 

(AZF)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif