Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin--Istimewa
Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin--Istimewa

Ma'ruf: Penembakan di Luar Negeri karena Intoleransi

Pemilu maruf amin
M Sholahadhin Azhar • 20 Maret 2019 14:50
Bengkulu: Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin mengingatkan tentang peredaran paham intoleran di Indonesia. Ma'ruf tak ingin paham seperti itu hadir di Indonesia, apalagi berujung penembakan seperti di luar negeri.
 
"Jadi intoleran itu bisa dari mana saja. Ini harus kita lawan supaya keutuhan bangsa ini, kehidupan kita harmonis, jangan sampai tidak harmonis" ujar Ma'ruf saat acara Dialog Kerukunan Antar Umat Beragama di Bengkulu, Rabu, 20 Maret 2019.
 
Analisis Ma'ruf, penembakan dan teror bom yang marak di luar negeri karena intoleransi semakin kuat. White supremacy misalnya, paham yang menganggap warga kulit putih lebih superior ketimbang warga dengan warna kulit berbeda.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ulama dan kiai di Bengkulu dikatakan Ma'ruf punya andil besar untuk mencegah paham intoleransi seperti itu. Sebab, negara yang terbentuk dari kesepakatan, tak mungkin tercerai karena perbedaan yang ditonjolkan dan pihak yang merasa lebih baik dari golongan lain.
 
"Kita harus menjaga merawat keutuhan bangsa ini dan mencegah terjadinya konflik, mencegah terjadinya paham-paham intoleran baik dari kalangan Islam maupun non-Islam," ujar Kiai Ma'ruf.
 
Baca: Indonesia Kutuk Penembakan di Utrecht Belanda
 
Menurut Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini, penangkalan paham intoleransi harus terus digaungkan. Setelah menghadiri Dialog Antar Umat Beragam di Bengkulu, sore nanti Kiai Ma'ruf akan langsung bertolak ke Kalimantan Timur untuk menyuarakan hal serupa, selain menangkal hoaks dan fitnah terhadap petahana.
 
"Sore nanti ke Kaltim, Balikpapan, Samarinda, baru pulang langsung ke Banten lagi untuk bersilaturahim, bertatap muka dengan masyarakat untuk membangun solidaritas, keutuhan, kebersamaan dalam kita membangun bangsa dan negara," jelas ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.
 
Dialog kebangsaan dihadiri ribuan peserta, Ketua Komunikasi Antar Umat Beragama, Ketua Persatuan Antar Umat Buddha Indonesia, Ketua Persatuan Umat Hindu Dharma Indonesia, Ketua Pengurus Umat Kristen, dan para tokoh agama juga tampak meramaikan acara tersebut.
 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif