Faldo Maldini. Foto: MI/Muhammad Irfan
Faldo Maldini. Foto: MI/Muhammad Irfan

Sandiaga dan Bung Hatta Hanya Metafora

Pemilu pilpres 2019 Prabowo-Sandi
Arga sumantri • 25 Oktober 2018 15:28
Jakarta: Ucapan Dahnil Ahzar Simanjuntak yang menyebut Sandiaga Uno mirip Proklamator Bung Hatta dinilai hanya metafora. Ucapan Dahnil dalam konteks gaya bahasa perbandingan secara langsung.
 
"Kalau berusaha dimirip-miripkan sama Bung Hatta ya jauh lah, kalau cucunya Bung Hatta mau muntah, kalau saya ya langsung mual. Enggak ada yang bisa mirip sama Bung Hatta, kalau terobsesi, ya semua orang punya hak," kata Juru Kampanye Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Faldo Maldini, kepada Medcom.id, Kamis, 25 Oktober 2018.
 
Menurut Faldo, pengumpamaan dengan Bung Hatta adalah upaya mengunci Sandi agar selalu mengeluarkan kebijakan yang prorakyat.
 
"Kebijakan dan spirit Bung Hatta harus selalu dijaga oleh Sandi. Jika tidak sesuai, pasti banyak yang komplain. Kita jagain bareng-bareng. Saya juga pasti enggak bisa ngerem tuh," kata Wasekjen PAN itu.

Baca: Cucu Bung Hatta: Narasi Oposisi Basi

Sebelumnya, cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta, protes atas pernyataan koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjutak. Dalam video yang diunggah di akun Twitter Faldo, Dahnil mengatakan Sandiaga merupakan representasi dari sosok baru Bung Hatta.
 
Faldo menjelaskan Bung Hatta sebagai proklamator bukan hanya milik anak-anak biologis. Banyak orang yang terobsesi serupa Bung Hatta.
 
"Setahu saya, Bung Hatta pemaaf. Sayang, cucunya tidak mencerminkan kelapangan hati beliau," kata Faldo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?




(FZN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi