Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa menyarankan agar pemilu serentak dirombak. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa menyarankan agar pemilu serentak dirombak. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.

LSI: Sistem Pemilu Serentak Perlu Dirombak

Pemilu pemilu serentak 2019
Kautsar Widya Prabowo • 03 Mei 2019 07:00
Jakarta: Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA mengusulkan agar sistem pemilu serentak dirombak. Lantaran pada tahun ini terjadi ketimpangan demokrasi pada pemilu presiden dan pemilu legislatif.
 
"Data itu kita temukan dari angka golput di pileg lebih tinggi dari pilpres. Kalau pilpres mencapai 20 persen, tapi pileg30 persen yang golput sehingga kita perlu mengevaluasi kembali," ujar peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa di Gedung LSI Denny JA, Jakarta Timur, Kamis, 2 Mei 2019.
 
Baca juga: Pemilu Serentak Dinilai Tak Efektif

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, pemilu pada tingkat provinsi kabupaten dan kota dapat diselenggarakan secara terpisah dengan pilpres. Sedangkan waktu pelaksanannya dapat dilakukan setiap setahun sekali selama satu periode pemerintahan.
 
"Pertama pemilu legislatif DPR, DPD digabung satu kali. Kemudian pemilu presiden satu tingkatan satu kali, kemudian pemilu gubernur satu kali, pemilu bupati wali kota bupati satu kali, dan terakhir DPRD I, DPRD II sekali," jelasnya.
 
Baca juga: Petugas KPPS Wafat Capai 412 Orang
 
Lebih lanjut, Ardian mengatakan dampak dari adanya pemilu serentak tidak hanya memecah fokus pemilih dalam menentukan pilihannya. Namun, saat ini telah memakan korban yang terbilang tidak sedikit dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
 
"Agar tak seberat penyelenggaraan pemilu serentak saat ini, dimana berdasarkan data yang kami dapatkan telah memakan korban jiwa sebanyak 380 orang dari pihak KPPS," pungkasnya.
 

(HUS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif