Luhut dan Sri Tak Terbukti Kampanye di IMF-WB

Faisal Abdalla 06 November 2018 14:30 WIB
pilpres 2019
Luhut dan Sri Tak Terbukti Kampanye di IMF-WB
Anggota Bawaslu, Ratna Dewi Pettalolo - Medcom.id/Faisal Abdalla.
Jakarta: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menghentikan laporan dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara IMF-World Bank Annual Meeting. Bawaslu berpendapat mereka tidak terbukti berkampanye. 

"Kami sudah Pleno kemarin, pascamelakukan klarifikasi kepada Pak Luhut dan Ibu Sri Mulyani. Dari klarifikasi itu, secara jelas mereka telah menyampaikan maksud dari gestur satu jari yang dilaporkan," kata Anggota Bawaslu, Ratna Dewi Pettalolo di kantornya, Kamis, 6 November 2018. 


Luhut dan Sri Mulyani dilaporkan terkait gestur satu jari, nomor urut capres Joko Widodo-Ma'ruf Amin, saat foto bersama dengan Direktur IMF Christine Lagarde dan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim. Pelapor Dahlan Pido berpendapat mereka memanfaatkan agenda resmi kenegaraan untuk kampanye terselubung. 

(Baca juga: Luhut Bantah Berkampanye)

Ratna mengatakan Bawaslu tidak bisa menafsirkan maksud dari gestur yang dilakukan seseorang. Oleh karenanya, Bawaslu meminta klarifikasi langsung kepada Luhut dan Sri Mulyani terkait gestur tersebut. 

"Dan dari penjelasan Ibu Sri Mulyani, disampaikan bahwa beliau tidak bermaksud untuk melakukan kampanye pada saat kegiatan itu. Justru beliau ingin mencegah bahwa jangan sampai kegiatan itu dimanfaatkan untuk kepentingan politik. Makanya beliau katakan jangan pakai dua, jangan pakai dua. Karena simbol-simbol jari untuk saat ini di Indonesia ada maknanya," beber Ratna. 

Terkait dengan gestur satu jari, Ratna mengatakan, Luhut juga sudah memberikan klarifikasi. Berdasarkan pengakuan Luhut, gestur tersebut tidak dimaksudkan untuk mendukung capres tertentu. Menurutnya satu jari bermaksud 'kita itu satu, Indonesia bersatu'. 

"Jadi kami sudah nyatakan bahwa peristiwa yang dilaporkan itu tidak memenuhi unsur pidana pemilu," tandas Ratna. 





(REN)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id