Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto menyebut Jokowi lebih visioner. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.
Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto menyebut Jokowi lebih visioner. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.

TKN: Debat Capres, Jokowi Lebih Visioner

Pemilu debat capres pilpres 2019
M Sholahadhin Azhar • 31 Maret 2019 00:27
Jakarta: Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto merespons debat keempat Pilpres 2019. Dalam silang pendapat itu, Jokowi dinilai visioner karena bertumpu pada kemajuan teknologi.
 
"Karakter Jokowi visioner, berfokus pada (peningkatan kualitas) SDM dan bertumpu pada kemajuan teknologi. Sementara Prabowo tampil biasa," kata Hasto saat nonton bareng debat di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 30 Maret 2019.
 
Menurut Hasto, pandangan visioner sudah terlihat sejak Jokowi memaparkan visi dan misi. Misalnya melalui diksi 'Dilan' atau Digital Melayani. Dari hal tersebut, Hasto menilai Prabowo sudah kalah telak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sebaliknya, apapun tema debat, Pak Prabowo selalu berkutat pada persoalan korupsi stadium empat namun tanpa ketegasan di dalam menindak enam caleg koruptor Gerindra," sebut Hasto.
 
Baca juga: Jokowi Inginkan 'Pemerintahan Dilan'
 
Jokowi dianggap bisa menguasai panggung debat dengan sempurna. Program Dilan menjadi sesuatu yang tak bisa dibantah karena gagasan realistis dan mengedepankan modernisasi pelayanan pemerintahan.
 
"Tidak sayunya kata dan perbuatan, meruntuhkan seluruh gagasan Pak Prabowo tentang pemerintahan yang bersih" imbuh Hasto.
 
Jokowi, kata dia, menampilkan penguasaan teknologi dan mengedepankan peningkatan SDM. Sebaliknya, Hasto melihat gagasan Prabowo lebih kompromistis, misalnya dari aspek politik luar negeri.
 
Keinginan Prabowo untuk bersahabat dengan semua negara, dianggap Hasto tak relevan dengan esensi dasar politik Indonesia yang bebas aktif. Hal ini berlawanan dengan pandangan Jokowi yang sesuai dengan prinsip kenegaraan.
 
"Kepentingan luar negeri yang berpihak pada kepentingan nasional dan tanggung jawab mewujudkan persaudaraan dunia," pungkas Hasto.
 

(HUS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif