Diskusi 'Jelang Debat Siapa Hebat' - Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.
Diskusi 'Jelang Debat Siapa Hebat' - Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.

Debat Publik Momentum Paslon Tarik Swing Voters

Pemilu debat capres cawapres pilpres 2019
Whisnu Mardiansyah • 12 Januari 2019 15:34
Jakarta: Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah Gungun Heryanto menyebut ajang debat menjadi peluang dua pasangan calon memperebutkan suara swing voters. Hasil debat bisa memengaruhi pilihan mereka ke pilpres.
 
"Upaya mengambil ceruk swing voters. Pemilu 2019 ini sekitar 10 persen. Kelompok yang belum menentukan pilihan bisa dipersuasi lewat debat," kata Gungun dalam diskusi 'Jelang Debat Siapa Hebat' di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu, 12 Januari 2019.
 
Gungun mengakui debat Pilpres 2019 kali ini berbeda dengan pilpres sebelumnya. Efek hasil debat diprediksi lebih menggaung di tengah derasnya arus informasi dan media sosial. Faktor inilah yang membuat swing voters bisa memutuskan pilihannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ada dinamika berbeda. Melimpahnya arus informasi. Punya efek domino antarkomunikasi antarwarga setelah debat. Debat dua jam, tetapi resonansinya bisa 3-4 minggu," tutur dia.
 
(Baca juga:Swing Voters Diyakini Kepincut Capaian Ekonomi Jokowi)
 
Hasil debat bisa mendelegitimasi salah satu pasangan calon. Swing voters lebih punya pertimbangan dan poin-poin yang memantapkan pilihan mereka ke salah satu pasangan calon.
 
Namun, yang perlu menjadi catatan suara swing voters meningkat justru setelah debat. Ini bisa menjadi ancaman terutama ke kubu yang sedang memimpin elektabilitasnya.
 
"Zona ini (swing voters) prosentase membesar ini perlu dicurigai, apalagi pihak yang elektabilitasnya leading," jelas dia.
 
Gungun mendorong debat nanti masing-masing pasangan calon lebih banyak memaparkan visi-misi mengenai tema debat yang diangkat. Bukan justru memperdebatkan isu yang sekadar rumor dan gosip.
 
"Bicara perdebatan yang orientasinya pada program. Kepentingan strategisnya bangun dialektika yang bisa ditonton, disosialisasi dan dikomprassi. Apalagi Jokowi dan Prabowo rematch," pungkas dia.
 

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif