Menko Polhukam Wiranto. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
Menko Polhukam Wiranto. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra.

Publik Diminta Mewaspadai Info Provokatif

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Ilham Pratama Putra • 24 April 2019 15:18
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto meminta masyarakat untuk menyaring segala informasi maupun berita. Saat ini banyak berita menyesatkan yang beredar.
 
"Saya mengharapkan masyarakat tidak perlu percaya. Jangan percaya terhadap berita-berita yang menyesatkan," kata Wiranto di kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Jakarta, Rabu 24 April 2019.
 
Menurut dia, informasi dan berita yang menghasut untuk melakukan gerakan-gerakan di luar hukum atau inkonstitusional harus dihindari. Penyebar berita sesat itu, kata Wiranto, mengganggu keamanan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tidak perlu terhasut untuk melakukan gerakan yang hanya akan menganggu kedamaian dan keamanan nasional," ujar Wiranto.
 
Di sisi lain, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko meminta masyarakat tidak terpancing pemberitaan menyesatkan di media sosial. Pasalnya, kata Moeldoko, kehebohan yang terjadi di media sosial tak menggambarkan suasana di dunia nyata.
 
“Sebenarnya ini situasinya paradoks ya. Apa yang terjadi di dunia maya dengan yang ada di lapangan. Kalau di dunia maya itu kayak mau perang saja padahal di lapangan itu happy saja," kata Moeldoko.
 
Selanjutnya masyarakat diminta untuk tenang hingga hasil rekapitulasi suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) diumumkan. Hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 dibuka pada Rabu, 22 Mei 2019.
 
Pencoblosan Pemilu 2019 sudah berlangsung pada Rabu, 17 April 2019. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, publik memilih secara bersamaan presiden serta wakilnya di DPR, DPRD, dan DPD.
 
Baca: Mendagri Segera Bersurat ke Bupati Mandailing Natal
 
Berdasarkan hitung cepat, pasangan Joko Widodo-Ma’ruf diprediksi memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Jokowi-Ma’ruf meraih sekitar 54 persen suara, sedangkan rivalnya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 45 persen.
 
Namun, kubu Prabowo enggan mengakui hasil hitung cepat yang disiarkan sejumlah media nasional. Prabowo mengeklaim sebagai pemenang Pilpres 2019 berdasarkan penghitungan internal jajarannya. Relawan pun diminta mengawal suara di daerah.
 
Angka yang ditampilkan dalam hitung cepat sejatinya tak beda jauh dengan sistem informasi hasil hitung suara (situng) KPU. Per siang ini, Jokowi meraih 55,62 persen suara, sedangkan Prabowo 44,38 persen dalam sistem resmi dari KPU ini.
 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif