Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto - Medcom.id/Arga Sumantri.
Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto - Medcom.id/Arga Sumantri.

Gerakan Menghasut Rakyat Dianggap Tak Efektif

Pemilu pilpres 2019
M Sholahadhin Azhar • 20 Mei 2019 12:32
Jakarta: Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto, menyebut dinamika politik pasca-pemilu merupakan hal biasa dalam demokrasi. Namun, gerakan untuk menghasut rakyat dengan dimotori pihak yang kalah tak bisa dibenarkan.
 
"Dipastikan tidak akan efektif karena bertentangan dengan kultur bangsa yang cinta damai, toleran, dan punya tradisi musyawarah di dalam menyelesaikan setiap perbedaan," kata Hasto di Jakarta, Senin, 20 Mei 2019.
 
Hasto menilai saat ini politik nasional dalam kondisi aman dan terkendali. Demikian halnya sistem dan mekanisme hukum negara. Perangkat penegak hukum mampu menindak siapa pun yang mengganggu ketertiban umum.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sekjen PDIP itu menyebut people power atau gerakan rakyat telah ditunaikan dalam pemilu. Rakyat dengan penuh kesadaran menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memilih. Tingkat partisipasi di atas 80 persen menjadi bukti tanggung jawab masyarakat dalam demokrasi.
 
(Baca juga:Aksi 22 Mei Berpotensi Ditunggangi)
 
"Mereka yang mau bertindak inkonstitusional akan berhadapan dengan hukum negara dan kekuatan rakyat itu sendiri," kata Hasto.
 
Dia memastikan pihaknya tak akan melakukan konsentrasi massa saat pengumuman rekapitulasi nasional, Rabu, 22 Mei 2019. Sebab seruan untuk turun ke jalan merupakan hasutan, mengingat gerakan rakyat sudah ditunaikan dalam Pemilu 17 April lalu.
 
Hasto berharap puncak rekapitulasi nasional berjalan lancar. Semua pihak harus mendukung ketertiban dan kelancaran proses tahapan pemilu itu.
 
"Puncak rekapitulasi nasional tersebut harus menjadi bagian instrumen peningkatan peradaban demokrasi Indonesia," tandas Hasto.
 
(Baca juga:PAN Minta Kader Tak Ikut Aksi 22 Mei)

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif