Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin--Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.
Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin--Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.

Ma'ruf Amin Fokus Menyatukan Bangsa Indonesia

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Candra Yuri Nuralam • 20 Mei 2019 08:40
Jakarta: Calon wakil presiden nomor urut 02 Ma'ruf Amin menyatakan akan fokus menyatukan bangsa Indonesia setelah proses pemilu rampung. Dia juga meminta seluruh pemuka agama ikut membantu menjaga bangsa dan negara.
 
"Tugas kita menurut saya hari ini masih pada upaya untuk menjaga dan melindungi umat, dan juga menjaga bangsa dan negara," kata Ma'ruf saat memberikan tausiah kebangsaan di Twin Plaza Hotel, Slipi, Jakarta Pusat, Minggu, 19 Mei 2019.
 
Ma'ruf pesimis masyarakat akan kembali bersatu jika tak dibantu para pemuka agama. Dia berharap para pemuka agama ikut andil menyejukkan suasana usai pemilu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini merupakan perwujudan dari tanggungjawab keumatan dan kebangsaan. Menjaga umat ini terutama tentu dari akhidah yang menyimpang," ujar Ma'ruf.
 
Peran pemuka agama memiliki peran penting dalam menyentuh hati nurani masyarakat. Menurut Ma'ruf, kerasnya kepercayaan seseorang pada pilpres hanya bisa dilunakkan dengan siraman rohani dari pemuka agama.
 
"Sudah banyak akidah yang menyimpang, pemahaman dan kepercayaan yang muncul berbagai aliran sesat," ujar Ma'ruf.
 
(Baca: Ma'ruf Amin Siap Menjembatani Pertemuan Jokowi-Prabowo)
 
Ketua Majelis Permusyawarakatan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan enggan mempersoalkan pemenang Pilpres 2019. Dia ingin siapapun yang menang dapat menyatukan kembali masyarakat.
 
"Menurut saya yang menang bukan Jokowi atau Prabowo. Tapi yang menang itu yang bisa menyatukan kita kembali, bukan yang memecah belah," kata Zulkifli di lokasi yang sama.
 
Zulkifli merasa miris dengan kondisi masyarakat selama proses Pemilu berlangsung. Dia berharap kondisi itu segera berakhir dan bangsa Indonesia kembali bersatu.
 
"Saya khawatir melihat fenomena 2019 ini. Bayangkan, ini terjadi pembelahan yang sangat nyata. Ini berbahaya, usai diumumkan saya harap Pak Jokowi dan Pak Prabowo segera bertemu," kata dia.
 

(JMS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif