Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menolak hasil Pemilu 2019. Foto: Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.
Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menolak hasil Pemilu 2019. Foto: Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.

KPU Bantah Penghitungan Suara Senyap

Pemilu pemilu serentak 2019
Fachri Audhia Hafiez • 21 Mei 2019 14:43
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjawab tudingan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto. Prabowo menyebut pengumuman rekapitulasi suara oleh KPU diam-diam.
 
"Pernyataan Pak Prabowo yang menyebut KPU tetapkan rekapitulasi hasil penghitungan suara secara senyap-senyap itu tidak benar ya," kata Komisioner KPU Ilham Saputra di Jakarta, Selasa, 21 Mei 2019.
 
Ilham menegaskan KPU telah menjalankan mekanisme rekapitulasi suara sesuai Pasal 413 Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Aturan itu menegaskan KPU dapat menetapkan hasil pemilu secara nasional maksimal 35 hari setelah pemungutan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan demikian, sejak hari pemungutan suara 17 April 2019, KPU telah memiliki batas akhir untuk menetapkan rekapitulasi. Batas akhir hasil penghitungan suara ditetapkan pada 22 Mei 2019.
 
"Tidak ada yang janggal, ketentuan UU paling lambat 35 Hari. Tapi karena rekapitulasi provinsi dan luar negeri sudah selesai, maka kami tuntaskan malam tadi," ujar Ilham.
 
Rapat rekapitulasi suara juga selalu dihadiri masing-masing saksi dari pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 dan 02. "Bahkan saksi Gerindra dan Badan Pemenangan Suara (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengikuti sampai akhir rekapitulasi," ucap Ilham.
 
Prabowo Subianto menggelar konferensi pers menolak hasil rekapitulasi nasional Pilpres 2019 yang dilakukan KPU. Ketua Umum Partai Gerindra itu menganggap, rekapitulasi itu dinilai digelar senyap-senyap lantaran diumumkan pukul 02.00 WIB.
 
"Senyap-senyap begitu ya tapi pagi. Bisa orangnya masih tidur atau belum tidur," ucap Prabowo di kediamannya, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
 
Baca: Polda Penyangga Antisipasi Pergerakan Massa
 
Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) itu turut menyampaikan keberatan-keberatan mengenai proses dan tahapan pemilu. Namun, keberatan yang disampaikan pihaknya tak diindahkan oleh KPU.
 
Prabowo akan menempuh jalur hukum untuk melawan hasil rekapitulasi perolehan suara pada Pilpres 2019. Ia menyerahkan kepada tim hukum BPN Prabowo-Sandiaga untuk melayangkan sengketa pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK).
 
"Pihak paslon (pasangan calon) 02 akan terus melakukan seluruh upaya hukum sesuai konstitusi, kedaulatan rakyat yang hak-hak konstitusinya dirampas pada pemilu 2019 ini," tegas Prabowo.
 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif