Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno di Media Center Prabowo-Sandi. Foto: Medcom.id/Whisnu Mardiansyah
Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno di Media Center Prabowo-Sandi. Foto: Medcom.id/Whisnu Mardiansyah

Sandiaga Tuntut Penjelasan 'Setan Gundul'

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
M Sholahadhin Azhar • 06 Mei 2019 20:34
Jakarta: Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno merespons pernyataan 'setan gundul' yang dilontarkan Wakil Sekjen Demokrat Andi Arief. Sandi meminta Arief bicara gamblang mengenai hal itu.
 
"Sekarang nih waktunya kita bahasa terang, jangan pakai bahasa abu-abu dan gelap bersayap seperti ini," kata Sandi di kediamannya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 6 Mei 2019.
 
Menurut Sandi, pernyataan-pernyataan Andi Arief tidak seharusnya diungkapkan dengan idiom. Sebab istilah seperti itu membuat persepsi orang makin liar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Menurut saya sebut nama saja jadi enggak usah menebak-nebak, sehingga enggak menambah kekisruhan di politik kita," kata mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.
 
Ia melihat, saat ini banyak spekulasi berkembang terkait sebutan 'setan gundul'. Sementara Andi Arief tidak kunjung mengklarifikasi, sehingga isu ini dipandang Sandi seperti bola liar.
 
Sebelumnya politikus Demokrat Andi Arief kembali menyinggung situasi koalisi di kubu pasangan calon nomor urut 02. Kali ini, Andi menyebut istilah 'banyak setan gundul' di dalam koalisi Prabowo-Sandi.
 
Andi mulanya mengatakan, dalam koalisi Adil dan Makmur hanya ada Partai Gerindra, Demokrat, PKS, PAN, dan Berkarya. Namun, dalam perjalanannya muncul elemen yang dinamai Andi sebagai 'setan gundul' di dalam koalisi.
 
"Dalam perjalanannya muncul elemen setan gundul yang tidak rasional, mendominasi, dan celakanya Pak Prabowo mensubordinasikan dirinya. Setan gundul memasok kesesatan menang 62 persen," kata Andi melalui akun twitternya @Andiarief, Senin, 6 Mei 2019.
 
Andi tidak menyebut jelas istilah siapa yang dimaksud dengan 'setan gundul' dalam koalisi Prabowo-Sandi. Yang jelas, kata Andi, kelompok ini telah menyesatkan Prabowo dengan menyebut telah menang 62 persen di Pilpres 2019.
 

(SCI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif