Pemilu. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.
Pemilu. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.

Muhammadiyah Minta Peserta Pemilu Tak Takabur

Pemilu pemilu serentak 2019
Antara • 15 April 2019 13:59
Jakarta: Ketua Umum (Ketum) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengajak peserta Pemilu 2019 lapang dada untuk menghadapi pencoblosan, Rabu, 17 April 2019. Mereka diminta siap menang atau kalah dalam menerima hasil pesta demokrasi ini, tanpa mengancam menggunakan people power.
 
“Agar bijak mengedepankan sikap kenegarawanan. Baik yang berhasil di pileg, pilpres, agar menjadikan amanah dengan rendah hati tidak perlu takabur. Bagi yang kalah belum mendapat mandat, terimalah dengan lapang hati,” kata Haedar dalam konferensi pers di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 15 April 2019.
 
People power merujuk pada upaya menggerakkan massa dalam jumlah besar untuk menuntut suatu hasil sebagaimana terjadi pada awal era reformasi yang ditandai dengan demonstrasi mendorong Presiden Soeharto turun dari jabatan. Haedar mengatakan sebaiknya hal semacam ini diurungkan karena ada pola mengusut kecurangan pemilu melalui jalur resmi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketum PP Muhammadiyah itu memercayai kredibiltas lembaga negara yang mengatasi sengketa pemilu. “Kalau ada masalah-masalah yang menyangkut persengketaan pemilu, selesaikan lewat prosedur, lewat Mahkamah Konstitusi dan proses yang dijamin peraturan yang berlaku,” jelas dia.
 
Bagi pihak yang menang, mereka diminta bersyukur karena amanat ini adalah beban yang berat. Haedar menekankan selaku orang beriman, siapa pun harus berupaya dengan sabar, bersyukur, dan bersikap yang baik menghadapi segala hasil pemilu.
 
Baca: Mahfud MD Pertanyakan 'People Power' Amien Rais
 
“Tidak perlu ada mobilisasi massa. Semua insyaallah tahu mekanisme pemilu yang seperti itu. Saya percaya semua akan memperoleh hasil baik, cerdas dan berjiwa kenegarawanan,” ungkap dia.
 
Sementara itu, agenda Pemilu 2019 sudah masuk pada masa tenang, sejak 14 hingga 16 April 2019. Masa tenang diberikan dengan harapan masyarakat bisa memikirkan calon pilihannya dengan lebih baik tanpa banyak ganggungan.
 
Masyarakat diharap sudah mantap dengan pilihannya saat menuju tempat pemungutan suara (TPS). Pencoblosan pemilu dilaksanakan pada 17 April 2019. Publik bakal memilih secara serentak wakilnya di Parlemen serta presiden dan wakil presiden untuk lima tahun ke depan.

 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif