Pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Foto: Medcom.id/Mohammad Rizal.
Pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Foto: Medcom.id/Mohammad Rizal.

Program Sandi Sudah Terealisasi di Era Jokowi

Pemilu Lulusan SMK Menganggur
Whisnu Mardiansyah • 27 Februari 2019 16:03
Jakarta: Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mencanangkan program integrasi SMK dan perguruan tinggi dengan industri dan dunia usaha. Program itu untuk meningkatkan angka penyerapan lulusan SMK dan universitas di dunia kerja.
 
"Ini yang saya ingin dorong ke depan untuk lapangan pekerjaan sendiri. Kita melihat bagaimana sistem magang mulai daripada kelas 11, kelas 12 di SMK sampai juga di universitas bisa di institusionalisasikan, melibatkan dunia usaha, BUMN," kata Sandi, di Posko Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 27 Februari 2019.
 
Sandi menilai rendahnya penyerapan lulusan SMK dan universitas di dunia kerja salah satu penyebabnya minimnya kemampuan pelajar. Sumber daya manusia (SDM) yang minim keterampilan jelas tak diminati industri dan dunia kerja.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Fokus kita ke depan siswa akan kita tambah dan akan menjadi satu topik yang menarik, karena kita akan bicara secara holistik dan komprehensif," tutur dia.
 
Sejatinya, program Sandi ini sudah direalisasikan di Pemerintahan Joko Widodo melalui program SMK pencetak wirausaha di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Tahun depan target siswa dan sekolah yang mendapatkan dukungan program ini juga akan ditambah.
 
"Jika tahun ini (2018) sekitar dua ribu SMK, tahun depan (2019) diharapkan dapat meningkat dua kali lipat," kata Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Hamid Muhammad.
 
Baca:745 Perusahaan Bina 2.074 SMK di Program Vokasi Industri
 
Sekolah ditantang mengirimkan proposal dukungan, bukan lagi ditunjuk oleh pusat.Hamid mengungkapkan program ini adalah salah satu upaya Kemendikbud menjawab kritik dan pandangan negatif mengenai lulusan SMK yang menjadi pengangguran.
 
Pengembangan minat kewirausahaan untuk siswa SMK ini melatih siswa membuka atau menciptakan lapangan pekerjaan. "Kita ingin menjawab, bahwa SMK ini bukan menciptakan pengangguran, tetapi menciptakan lapangan pekerjaan," kata Hamid.
 
Menurut Hamid, kesesuaian antara bidang keahlian yang dipelajari di sekolah dengan usaha yang dijalankan tidak menjadi persoalan. Yang penting, kata dia, mereka bisa mendapatkan omzet Rp 5 juta,
 
“Ini kan baru tahap awal, kita tetapkan lima juta. Tapi sudah ada yang omzetnya mencapai lima puluh sampai seratusan juta. Itu 'kan luar biasa untuk seusia mereka," jelas dia.
 
Pengembangan pembelajaran kewirausahaan di dalam kurikulum SMK telah diakomodasi ke dalam mata pelajaran kompetensi keahlian dan penambahan jam pelajaran yang signifikan. Program Sekolah Pencetak Wirausaha adalah kerja sama Direktorat Pembinaan SMK dengan The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO).
 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif