Deny Giovanno, juru bicara milenial Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
Deny Giovanno, juru bicara milenial Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra.

Milenial Diajak Dinginkan Suasana

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Ilham Pratama Putra • 21 April 2019 12:55
Jakarta: Deny Giovanno, juru bicara milenial Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin, mengajak kaum muda tetap menjaga perdamaian. Hal ini diungkapkan mengingat suasana politik sedikit memanas usai Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.
 
"Berikan opini-opini yang menyejukkanlah seperti itu. Makanya kita tidak terlalu banyak meladeni perdebatan di media," kata Deny Giovanno, di The Pallas, Jakarta Selatan, Minggu, 21 April 2019.
 
Menurut dia, pihaknya saat ini terus berupaya menyebarkan pesan positif kepada kaum milenial. Dia ingin kondisi pascapemilu kembali tentram.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jaga persaudaraan jaga persatuan. Jangan kemudian kita karena ada perbedaan opini yang sifatnya temporer seperti ini, kita jadi putus silahturahmi dengan keluarga dengan teman-teman," ungkap dia.
 
Deny juga meminta masyarakat untuk tidak mendelegitimasi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Publik harus sama-sama menunggu hasil penghitungan resmi dari KPU.
 
"Kemudian juga Kami di TKN menunggu saja tanggal 22 Mei, terus nanti Bulan Oktober pelantikan Pak Jokowi," ungkap dia.
 
Relawan milenial TKN, Selena, mengamini ucapan Deny. Namun, Selena lebih memilih untuk mengawal suara, jika benar ada kecurangan seperti yang sempat digembor-gemborkan.
 
"Kalau ada isu kayak gitu, ya enggak boleh diam saja. Lebih ke mengawal saja. Aku pribadi enggak lihat quick count-nya. Yang sudah menentukan kalah menangnya. tetap tunggu KPU," ujar dia.
 
Pemilu sudah berlangsung pada Rabu, 17 April 2019. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, publik memilih secara bersamaan presiden serta wakilnya di DPR, DPRD, dan DPD.
 
Baca: BPN Pastikan Menghormati Konstitusi
 
Berdasarkan hitung cepat, calon presiden (capres)-calon wakil presiden (cawapres) Joko Widodo-Ma’ruf diprediksi memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Jokowi-Ma’ruf meraih 54 persen suara, sedangkan rivalnya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 45 persen.
 
Namun, kubu Prabowo enggan mengakui hasil hitung cepat yang disiarkan sejumlah media nasional. Prabowo mengeklaim sebagai pemenang Pilpres 2019 berdasarkan penghitungan internal jajarannya. Relawan pun diminta mengawal suara di daerah.
 
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menegaskan hasil hitung cepat hanya bisa dijadikan sebuah referensi. KPU akan mengumumkan resmi hasil perhitungan suara yang sah pada 22 Mei 2019.

 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif