Wakil Presiden jusuf Kalla - Medcom.id/Dheri Agriesta.
Wakil Presiden jusuf Kalla - Medcom.id/Dheri Agriesta.

JK: Jadi Pemimpin Jangan Grasak Grusuk

Pemilu pilpres 2019
Achmad Zulfikar Fazli • 17 Januari 2019 20:31
Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla menceritakan pengalamannya menjadi seorang pemimpin. Mulai dari tingkat organisasi kemahasiswaan hingga politik praktis.
 
Dia mengaku mendapat jabatan-jabatan strategis secara berjenjang. Ada beberapa tahapan yang dilalui sebelum mendapat posisi tertinggi.
 
"Sejak mahasiswa saya ketua senat, ketua dewan, kemudian ketua KAHMI tanpa hilang aturannya," ujar Kalla di di Mandarin Oriental, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis, 17 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengaku mendapat jabatan itu secara teratur. Pasalnya, kata dia, menjadi pemimpin tak bisa instan.
 
JK juga menjadi anggota DPRD, MPR, dan menteri. Namun, jabatan politiknya terhenti di tingkat wakil presiden.
 
(Baca juga:Jokowi: Pilih Pemimpin Negara Jangan Coba-Coba)
 
Dia dua kali menjadi wakil presiden. Yakni, saat era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo.
 
Tak hanya di politik, dia juga menjalani secara teratur jabatannya di perusahaan. Dia menjadi manajer, kemudian naik menjadi direktur. Setelah itu, dia menjadi direktur utama dan presiden komisaris sebelum pensiun di dunia usaha.
 
"Jadi saya jalani hidup ini secara teratur, ini juga penting bahwa kita tidak perlu, kalau istilah jawanya mungkin grusuk-grusuk," ucap dia.
 

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif