Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Edhy Prabowo (tengah). Foto: Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.
Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Edhy Prabowo (tengah). Foto: Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.

Prabowo-Sandi Janji Bentuk Lembaga Pangan Nasional

Pemilu pilpres 2019 Prabowo-Sandi
Whisnu Mardiansyah • 17 Januari 2019 05:24
Jakarta: Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Edhy Prabowo mengatakan salah satu program pasangan nomor urut 02 di sektor pertanian adalah pembentukan lembaga pangan nasional. Hal itu demi terciptanya kemandirian pangan nasional.
 
"Melihat fakta yang ada, strategi dan terobosan baru rasanya hanya akan terjadi pada pemerintahan yang baru. Pemerintahan yang siap mewujudkan bangsa ini menjadi adil dan makmur," kata Edhy dalam diskusi bertajuk Petani, Nelayan, dan Ekonomi Rakyat di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 16 Januari 2019.
 
Edhy melihat saat ini pemerintah terkesan kurang serius menata sektor pertanian. Padahal dengan keberadaan lembaga ini, pengelolaan cadangan pangan nasional bisa tercukupi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Padahal tugas, pokok, dan fungsi lembaga ini sangat diperlukan demi kelangsungan pangan di Tanah Air," paparnya.
 
Dia berpendapat, salah satu penghambat utama dalam terwujudnya kedaulatan pangan itu adalah keberpihakan anggaran. "Dalam mewujudkan kedaulatan pangan, negara harus hadir dan memiliki komitmen," tegas dia.
 
Politikus Partai Gerindra itu menilai pemerintah belum mampu mengoptimalkan seluruh potensi dalam negeri yang dimiliki.Dia bilang, masih terdapat beberapa kebijakan pemerintah yang bertolak belakang antara satu dengan yang lainnya.
 
Impor beras, misalnya, bertolak belakang dengan penjelasan Kementerian Pertanian (Kementan) mengenai kondisi data beras yang terus mengalami peningkatan. Menurut Kementan, ungkap Edhy, potensi produksi beras akan terus meningkat.
 
"Artinya, impor yang dilakukan selama ini tidak melalui rekomendasi maupun koordinasi dengan menteri teknis tekait," pungkasnya.
 

(HUS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi