Visi Misi Capres Jangan cuma Macan Kertas
Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Jakarta: Komitmen capres-cawapres melalui visi dan misi sejatinya tidak dianggap mati, ketika dokumen itu telah diserahkan kepada Komisi Pemilihan Umum. Kandidat dan tim pemenangan perlu memperkaya dokumen dengan menangkap secara riil suara dan gagasan yang berasal dari masyarakat.

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menilai kedua kubu capres-cawapres, Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, sama-sama menarasikan agenda hukum, demokratisasi, dan antikorupsi.


Walaupun demikian, kata dia, realisasi visi misi tersebut tetap tergantung pada respons masyarakat. Artinya, visi misi yang dianggap bagus tim pemenangan tidak bakal bermakna jika publik enggan menagih, mengawasi, dan mengawal keterpenuhannya.

"Dokumen itu, visi misi, dan berbagai janji harus disinkronkan dengan rekam jejak mereka sebelumnya. Tujuannya untuk melihat kemampuan dalam merealisasikannya," ujar Titi ketika dihubungi di Jakarta, pekan lalu.

Ia berharap selama masa kampanye masyarakat mesti berani menguji pelbagai visi misi capres-cawapres. Misalnya, dengan menggelar diskursus dan dialog atau komunikasi dua arah dengan kandidat dan tim pemenangan.

"Itulah pentingnya kita mengelaborasi visi misi paslon. Jadi, salah satu fungsi kenapa perlunya diskursus pemilih yang mengarahkan kepada masyarakat, salah satunya untuk memperjelas teks-teks yang umum itu," katanya.

Selain itu, imbuhnya, masyarakat pun dapat mengetahui detail janji dan visi misi capres-cawapres ketika sesi debat terbuka digelar oleh KPU. Parameter itu bakal menjadi pertimbangan publik untuk menentukan pilihan, apakah komitmen penegakan hukum dapat direalisasikan atau hanya sebatas wacana.

Baca: Visi Misi Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi

Titi menambahkan, sebaiknya setiap tim pemenangan berusaha membangun formula yang dapat memicu capres-cawapres mengonkretkan gagasan dalam visi misi penegakan hukum. Jangan pula mengarahkan asumsi yang menganggap hukum selalu bersahabat pada penguasa dan tajam kepada pihak oposisi.

"Contoh, jika mengatakan hukum tidak tebang pilih, ya harus dijabarkan maksudnya seperti apa. Sebaiknya jangan memainkan logika oposisi untuk mengambil perhatian masyarakat," pungkasnya.

Program aksi

Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) mengkritik visi dan misi di bidang penegakan hukum yang diusung kedua paslon. Menurut Direktur Eksekutif ICJR Anggara, ada lima hal utama yang akan dikerjakan pasangan Jokowi-Amin apabila keduanya terpilih. Kelima hal itu ialah penataan regulasi, reformasi sistem dan proses penegakan hukum. Kemudian, pencegahan dan pemberantasan korupsi, penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan HAM, serta mengembangkan budaya sadar hukum.

Jika dibandingkan dengan visi dan misi yang diusung oleh Jokowi pada Pilpres 2014, jelas Anggara, terdapat beberapa masalah penting yang hilang di Pilpres 2019.

"Misalnya, kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan yang jadi fokus di 2014, tidak tampak dalam visi dan misi di 2019. Padahal, dalam catatan Komnas Perempuan, kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan dan ditangani selama 2017 sebanyak 335.062 . Di 2013, jumlah kasusnya sebanyak 279.688 kasus," jelasnya.

Mengenai reformasi hukum, Anggara mengapresiasi komitmen pemerintah merevisi KUHP dan KUHAP guna memastikan penegakan hukum pidana berjalan efisien, manusiawi, berkeadilan, dan menjamin kontrol terhadap penegak hukum.

Sementara itu, untuk pasangan Prabowo-Sandi, ia menilai tidak banyak program aksi dalam visi misi yang berkaitan langsung dengan penegakan hukum. Salah satu program aksi yang berkaitan langsung dengan penegakan hukum pidana ialah penindakan tegas terhadap pelaku korupsi, narkotika, human-trafficking. Padahal, permasalahan hukum pidana di Indonesia jauh lebih luas dari itu.



(YDH)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id