Calon wakil presiden Sandiaga Uno. Foto: Antara/Kahfie Kamaru
Calon wakil presiden Sandiaga Uno. Foto: Antara/Kahfie Kamaru

KPU Harus Tetap Mendapat Kepercayaan Publik

Pemilu pilpres 2019 Prabowo-Sandi
Muhammad Syahrul Ramadhan • 10 Januari 2019 06:30
Jakarta: Calon wakil presiden Sandiaga Uno meminta publik tetap mempercayai Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam menyelenggarakan Pemilu 2019. Menurut dia, KPU harus tetap mendapatkan kepercayaan publik.
 
"Harus juga dipastikan KPU dan penyelenggaran Pemilu itu mendapatkan kepercayaan dari publik masyarakat,” ujar Sandi di Jalan Sriwijaya, Jakarta, 9 Januari 2019.
 
Sandi menambahkan, semua pihak juga harus berperan dalam menciptakan pemilu yang jujur dan adil. Oleh karena itu, ia meminta semua pihak, baik dari Badan Pemenangan nasional (BPN) dan Tim Kampanye nasional (TKN) maupun para calon untuk mewujudkan itu semua.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Ini tugas kita sama sama memastikan dan bukan hanya tugas kami tapi juga pasangan calon, Pak Presiden (Joko Widodo) dan Pak Kiai (Ma'ruf Amin), dan seluruh pemangku kepentingan ini berlangsung jujur adil,” ungkapnya.
 
Menurut Sandi, hoaks soal surat suara yang sudah tercoblos telah mendelegitimasi KPU selaku penyelenggara pesta demokrasi itu. Oleh karena itu, Sandi berharap agar polisi segera mengusut kasus tersebut hingga benderang.
 
Menurut dia, seluruh pelaku yang menyebarkan berita hoaks tersebut harus diproses secara hukum. Ia juga menyebut, jika memang pelaku penyebaran hoaks tersebut berasal dari salah satu elemen pendukungnya, maka para pelaku harus menerima konsekuensi akibat perbuatannya.
 
Baca:Penanganan Tersangka Hoaks Surat Suara Diharapkan Proporsional
 
“Harus diproses penegak hukum, silakan, jangan sampai kita menimbulkan ketidak percayaan baru” tegas Sandi.
 
Bareskrim Polri telah menangkap empat tersangka hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos. Salah satu dari empat tersangka, ialah kreator hoaks surat suara yakni BBP.
 
BBP sempat kabur dari DKI Jakarta, dan ditangkap di Garut, Jawa Barat. BBP bahkan sempat membuang barang bukti, sesaat setelah memviralkan hoaks tersebut.
 

 

(DMR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif