Sejumlah pelajar SMA dan SMK mengambil surat suara saat mengikuti simulasi Pilkada kegiatan Pendidikan Politik Pemilih Pemula. Foto: MI/Bary Fathahilah
Sejumlah pelajar SMA dan SMK mengambil surat suara saat mengikuti simulasi Pilkada kegiatan Pendidikan Politik Pemilih Pemula. Foto: MI/Bary Fathahilah

Milenial Diminta Hindari Golput

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Whisnu Mardiansyah • 22 Desember 2018 03:28
Jakarta: Anggota Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional (TKN) Diaz Hendropriyono mengingatkan peran anak muda sangat krusial dalam Pemilu Presiden 2019 nanti. Ia meminta partisipasi aktif anak muda dan menghindari tak mencoblos alias Golput.
 
Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) itu menggarisbawahi tingginya angka golput di Pilpres sebelumnya yang mencapai 30 persen. Ia tak ingin anak muda turut menjadi penyumbang tingginya angka Golput.
 
"Angka Golput masih tinggi tahun sebelumnya hampir 30 persen, jangan sampai Pilkada, Pileg, Pilpres malahan Golput," kata Diaz saat memberikan arahan kepada Relawan Milenial Jokowi-Ma'ruf (Remaja) di Hotel Sahid Jakarta, Jumat malam, 21 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menyadari banyak kalangan pemilih muda terkadang masih bimbang dalam menentukan pilihannya. Ia menyarankan agar memilih pemimpin yang santun dan tak sembarang mengumbar kata-kata.
 
"Jangan sampai memilih calon rasialis. Jangan memilih yang marah marah, jangan pilih juga pemimpin yang suka bohong, jadi kalau bilangnya tempe goreng padahal tempe bacem," ujarnya.
 
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Remaja, Misbahul Ulum mengatakan tidak semua remaja apatis pada persoalan politik di tanah air. Justru butuh peran aktif anak muda terjun langsung di dunia politik.
 
"Remaja bukan hanya dibutuhkan suaranya, tetapi juga gagasan dan gerakannya," kata Misbahul Ulum.
 
Ia menjelaskan, remaja bisa juga berkontribusi melalui melalui berbagai kreativitas mereka di komunitas untuk mewarnai pesta demokrasi.
 
Sedangkan, Founder Remaja Siti Ma’rifah, menambahakan, bahwa harapan ke depannya remaja bisa mewarnai pesta demokrasi, agar tidak terlihat suram karena hanya terjebak hitam putih. Melainkan justru ceria karena penuh warna-warni.
 

(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif