Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menerima audiensi Aliansi Masyarakat Peduli Tragedi Kemanusiaan Pemilu 2019 (Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menerima audiensi Aliansi Masyarakat Peduli Tragedi Kemanusiaan Pemilu 2019 (Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)

Komisi II akan Tindaklanjuti Kasus Kematian Petugas KPPS

Pemilu berita dpr
Anggi Tondi Martaon • 14 Mei 2019 17:31
Jakarta: Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menerima audiensi Aliansi Masyarakat Peduli Tragedi Kemanusiaan Pemilu 2019. Koalisi yang dipimpin oleh Din Syamsuddin itu mendesak DPR bertindak menyikapi kematian ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
 
Menindaklanjuti aspirasi tersebut, pria yang akrab disapa Bamsoet ini menyampaikan bahwa permasalahan itu akan ditangani oleh Komisi II. Dalam waktu dekat, Komisi II akan menggelar rapat dengan mitra kerja membahas berbagai permasalahan penyelenggaraan Pemilu 2019.
 
"Saya menyampaikan bahwa Pimpinan DPR meminta Komisi II Rapat Gabungan dengan KPU, Bawaslu, Kementerian Kesehatan dan kepolisian bisa mencari solusi dan penyebab hal- hal tersebut," kata Bamsoet di Gedung Nusantara III Kompleks Parlemen, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Politikus Golkar itu mengungkapkan, pemerintah bersama DPR telah mengantisipasi potensi meninggalnya petugas KPPS. Sebab, kejadian serupa sudah pernah terjadi pada Pemilu 2014. Jumlah korban mencapai 144 petugas.
 
"Makanya keputusan kita adalah membatasi jumlah pemilih TPS (Tempat Pemungutan Suara) tidak boleh melebihi 300 orang. Dulu sampai 500 orang. Padahal dulu pemilunya tidak serumit sekarang, tetapi ada yang meninggal 604 sekarang," katanya.
 
Oleh karena itu, Bamsoet meminta permasalahan petugas KPPS yang meninggal harus dicarikan solusi, sehingga penyelenggaraan pemilu bisa disempurnakan. Salah satunya, memperbaiki rekrutmen petugas KPPS.
 
"Sebab temuan IDI menyatakan mayoritas petugas kpps yang meninggal memiliki riwayat penyakit kronis," katanya.
 
Selain itu, Bamsoet juga mendorong pemerintah memastikan hak-hak keluarga korban. Salah satunya mewujudkan rekomendasi Komisi II.
 
"Seperti beasiswa pendidikan hingga tingkat lanjut bagi korban yang tidak mampu. Ini akan menjadi bagian yang dibahas dari Komisi II," ujar dia.
 
Sementara itu, salah satu tokoh Aliansi Masyarakat Peduli Tragedi Kemanusiaan Pemilu 2019 Din Syamsuddin mengatakan, meninggalnya ratusan petugas KPPS pada Pemilu 2019 adalah kejadian luar biasa. Menurutnya, fenomena tersebut tidak bisa dianggap remeh.
 
Mantan Ketua Umum Muhammadyah itu pun menyampaikan bahwa pihaknya mendesak agar segera dibentuk tim pencari fakta. Dengan demikian masyarakat akan mendapatkan informasi yang jelas terkait kematian ratusan petugas KPPS Pemilu 2019.
 
"Kalau mau menyingkap penyebab kematian kan harus ada otopsi, tidak ada cara lain. Itu perlu dilakukan supaya jernih sehingga tidak lagi menyesatkan atau muncul dugaan-dugaan. Negara harus segera hadir. Khawatir kalau negara tidak hadir, ini akan menjadi hiruk-pikuk," ujar dia.
 

(ROS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif