Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra. (MI/Yose Hendra)
Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra. (MI/Yose Hendra)

KPU Permasalahkan Status Yusril Sebagai Pengacara OSO

Pemilu pemilu serentak 2019
Faisal Abdalla • 29 Desember 2018 07:30
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) mempermasalahkan status advokat Yusril Ihza Mahendra yang membela Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO). KPU menyoroti status Yusril yang juga sebagai calon anggota legislatif.
 
"KPU ingin mengingatkan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) bahwa UU Pemilu menentukan bakal calon anggota DPR RI itu harus bersedia untuk tidak berpraktik sebagai pengacara," kata Hasyim di Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat, 29 Desember 2018.
 
Hasyim mengatakan larangan berpraktik sebagai advokat bagi bakal caleg tertuang dalam Pasal 240 ayat 2 huruf L Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Pasal itu berbunyi;

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bersedia untuk tidak berpraktik sebagai akuntan publik, advokat, notaris, pejabat pembuat akta tanah, atau tidak' melakukan pekerjaan penyedia barang dan jasa yang berhubungan dengan keuangan negara serta pekerjaan lain yang dapat menimbulkan konflik kepentingan dengan tugas, wewenang, dan hak sebagai anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota sesuai dengan peraturan undang-undang".
 
Selain diatur di undang-undang, lanjut Hasyim, bakal caleg juga sudah diminta menandatangani surat pernyataan kesediaan tidak berpraktik sebagai advokat dalam formulir model BB1.
 
"Ya mestinya tidak memenuhi syarat sebagai caleg karena masih berpraktik sebagI advokat. Kalaupun masih berpraktik, artinya mestinya dicoret, mestinya begitu," tukas Hasyim.
 
Hasyim meminta Bawaslu untuk menjadikan kasus ini sebagai temuan. Dia mengungkap, alasan mengapa baru mempermasalahkan hal ini ketika perseteruan antara KPU dan OSO mencuat.
 
"Momentum kan soal waktu. Soal kapan menyampaikannya kan sidang di Bawaslu. Bawaslu kan menangani pelanggaran. kami ungkapkan dalam persidangan karena juga ada surat-surat dari Bawaslu yang disampaikan kuasa hukum atas nama Yusril. Jadi Bawaslu juga mengakui yang bersangkutan masih berpraktik. ini forum untuk mengingatkan juga," tandas Hasyim.
 
Yusril sendiri merupakan calon anggota legislatif DPR RI dari daerah pemilihan DKI Jakarta III. Dia diusung oleh Partai Bulan Bintang (PBB) di nomor urut 1. Yusril menangani perkara OSO terkait kasus polemik pencalonan anggota DPD, mulai dari gugatan pertama di Bawaslu, gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), hingga gugatan uji materi PKPU di Mahkamah Agung (MA).
 
Terbaru, Yusril juga mendampingi OSO terkait laporannya di Bawaslu soal dugaan pelanggaran administratif yang dilakukan KPU karena tidak melaksanakan putusan PTUN. Putusan itu memerintahkan KPU memasukan nama OSO ke dalam DCT anggota DPD.
 

(LDS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi