Tenaga Ahli Staf Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin.
Tenaga Ahli Staf Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin.

Prabowo Dinilai Tak Menawarkan Optimisme

Pemilu pilpres 2019 Jokowi-Ma`ruf Prabowo-Sandi
Damar Iradat • 15 Januari 2019 20:34
Jakarta: Calon presiden Prabowo Subianto dinilai tidak memberikan optimisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal itu tercermin dari Pidato Kebangsaan Prabowo, Senin, 14 Januari 2019 kemarin.
 
"Karena dari semua diksi dan narasi yang dipakai Pak Prabowo itu membuat kekhawatiran bagi masyarakat Indonesia," kata Tenaga Ahli Staf Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 15 Januari 2019.
 
Menurut Ngabalin, data-data yang digunakan Prabowo tidak valid dan tak dapat dipertanggungjawabkan. Menurut dia, data-data bohong yang digunakan Prabowo membuat narasi cerita panjang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Beruntung, kata dia, masyarakat tidak bereaksi atas pidato tersebut. Pasalnya, masyarakat sudah mengetahui mana yang benar dan mana yang bohong. "Karena kabar itu kabar bohong, datanya data tidak benar," tegas Ngabalin.
 
Kendati begitu, Ngabalin memaklumi apa yang dilakukan oleh Ketua Umum Partai Gerindra itu. Menurut dia, sebagai seorang capres, Prabowo hanya kebelet menjadi pemimpin.
 
"Sayang kalau nanti rakyat itu gelisah karena mendengarkan pidato, terbuka loh dari calon presiden yang namanya Prabowo Subianto," ujar dia.
 
Baca: Unsur Propaganda Ditemukan di Pidato Prabowo
 
Ngabalin memastikan, pemerintah tidak akan melakukan perlawanan atas pidato Prabowo. Menurut dia, pemerintah hanya memaparkan data-data yang validitasnya dapat dipertanggungjawabkan.
 
"Kami hanya bisa memberikan data-data yang validitasnya, akurasinya, bisa dipertanggungjawabkan apa yang telah dilakukan Bapak Presiden Joko Widodo selama empat tahun," tegasnya.
 
Prabowo Subianto kemarin melakukan Pidato Kebangsaan jelang debat Pilpres 2019. Dalam pidatonya, Prabowo menyebut sejumlah hal terkait kondisi masyarakat Indonesia.
 
Berbagai kalangan menilai Prabowo hanya memainkan isu ketakutan politik dan membangun narasi pesimisme. Dalam pidatonya, Prabowo juga tidak menawarkan solusi konkret atas data yang dipaparkannya.
 

 

(FZN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif