Jokowi-Ma`ruf Berpeluang Unggul di Semua Pulau
Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin (kanan). Foto: Antara/Hafidz Mubarak.
Jakarta: Pasangan calon presiden Jokowi-Ma`ruf diprediksi bisa unggul di semua pulau. Saat ini Jokowi hanya kalah tipis dari pasangan Parbowo-Sandi di Pulau Sumatra.
 
Gencarnya pembangunan infrastruktur mendongkrak elektabilitas Jokowi. Sejak memenangkan pemilihan umum (pemilu) pada 2014 silam, Presiden Jokowi gencar mendorong pembangunan infrastruktur. Tidak hanya di Jakarta dan Pulau Jawa, pembangunan juga sangat dirasakan masyarakat di Luar Jawa, utamanya kawasan timur seperti Sulawesi, Maluku, dan Papua.
 
Survei Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research menunjukkan Jokowi-Ma’ruf berpeluang menang mutlak di kawasan Maluku dan Papua dengan elektabilitas mencapai 66,8 persen.
 
“Hal tersebut sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat pertumbuhan ekonomi Maluku-Papua pada kuartal III-2018 tertinggi, melampaui pertumbuhan di Pulau Jawa,” kata Direktur Eksekutif indEX Research, Vivin Sri Wahyuni dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 7 Desember 2018.

Baca: Elektabilitas Jokowi di Sumbar Jadi Sorotan


Dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf cenderung rendah di kawasan Bali dan Nusa Tenggara dengan elektabilitas hanya 54,0%. “Data BPS yang sama menunjukkan Bali-Nusa Tenggara mengalami pertumbuhan ekonomi paling rendah, ditambah dampak gempa Lombok baru-baru ini,” ungkap Vivin.
 
Jokowi-Ma’ruf unggul di Kalimantan dengan dukungan 59,8 persen dan Sulawesi 57,6 persen. “Pulau Jawa yang mencakup lebih dari separuh populasi nasional masih dimenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf dengan dukungan 56,7 persen,” papar Vivin.
 
Meskipun demikian Vivin mengingatkan bahwa Tim Kampanye Nasional (TKN) dan relawan Jokowi-Ma’ruf harus bekerja keras khususnya di Pulau Sumatera.
 
“Kawasan barat ini menjadi benteng pertahanan Prabowo-Sandi, dengan dukungan mengungguli Jokowi-Ma’ruf sebesar 43,2 persen,” terang Vivin.
 
“Dengan selisih tipis di mana Jokowi-Ma’ruf meraih dukungan 41,6 persen, masih ada kesempatan kurang dari lima bulan untuk mempersempit jarak,” lanjut Vivin.
 
Temuan Survei indEX Research
 
Dari hasil survei, elektabilitas partai-partai politik (parpol) pendukung Jokowi-Ma’ruf juga berpeluang meningkat dibandingkan hasil pemilu legislatif (Pileg) 2014.
 
PDI Perjuangan berada pada urutan pertama dengan elektabilitas 23,1 persen. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan elektabilitas 7,3 persen menggeser Demokrat ke posisi kelima yaitu sebesar 5,4 persen.
 
Di kubu Prabowo-Sandi, coattail effect hanya dirasakan oleh Gerindra dengan elektabilitas 12,3 persen. Gerindra berpeluang menggeser Golkar yang terpaut tipis 12,8 persen dengan memperhitungkan margin of error.
 
Di antara parpol baru dan non-seat, hanya Perindo dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang berpeluang menembus ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar 4 persen.
 
Survei indEX Research dilakukan pada 11-20 November 2018, dengan jumlah responden 1200 orang. Metode survei adalah multistage random sampling dengan margin of error 2,9 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.





(FZN)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id