PDIP-Gerindra Bersaing di 10 Provinsi
Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby (kanan). Foto: Medcom.id/Arga Sumantri.
Jakarta: PDI Perjuangan dan Gerindra bersaing di 10 provinsi terbesar Tanah Air. Kedua partai memiliki elektabilitas tertinggi.
 
Hal itu terlihat dari hasil survei yang dilakukan lembaga riset Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Banten, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, Lampung, dan Sulawesi Selatan.
 
"PDI Perjuangan unggul di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah," kata Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby saat merilis hasil survei di kantornya, Jakarta Timur, Jumat, 2 November 2018.
 
Adjie merinci, elektabilitas PDIP di Sumatera Utara sebesar 28,0 persen,  Sumatera Selatan 26,5 persen, Lampung 34 persen, dan DKI Jakarta 23,1 persen. PDIP juga unggul jauh di Jawa Tengah dengan perolehan 46,0 persen.
 
"Dan potensial juara pertama Pileg 2019, juga potensial melampaui dukungan pada Pileg 2014," ungkapnya.
 
Sementara Gerindra, memenangi tiga dari 10 provinsi yang disurvei. Partai besutan Prabowo Subianto itu unggul di Riau, Banten, dan Jawa Barat.  Dua provinsi lainnya dikuasai Golkar dan PKB. Golkar menang di Sulawesi Selatan dengan angka 23,5 persen dan PKB unggul di Jawa Timur dengan elektabilitas 21,7 persen.

Baca: Survei: Gerindra Tempel Golkar di Pemilu 2019
 


Elektabilitas Gerindra di Riau ada di angka 22,2 persen. Sementara di Banten 26,3 persen, dan Jawa Barat 20,2 persen. "Gerindra juga berpotensi melampaui capainnya di Pileg 2014," ujarnya.
 
Menurut Adjie, salah satu faktor yang membuat suara dua partai ini meroket lantaran efek ekor jas pengusungan calon presiden dan wakil presiden. Terlebih, sistem pemilu pada 2019 mendatang dilakukan serentak.
 
"Sampai hari ini, praktis tidak ada program dari partai mana pun yang menonjol akibat partai hanya berjualan capresnya saja. PDIP dan Gerindra paling diuntungkan," ungkapnya.
 
Survei ini dilakukan di 10 provinsi terbesar berdasarkan populasi penduduk atau pemilih. Jumlah responden 600 orang per provinsi, dengan total responden 6 ribu orang. Survei dilakukan pada 4-14 Oktober dengan metode multistage random sampling. Survei dilakukan dengan cara wawancara tatap muka.
 
Margin of errorsurvei ini sekitar 4,1 persen. Survei juga dilengkapi dengan focus group discussion, analisis media, dan indepth interview. Survei diklaim dibiayai sendiri oleh LSI Denny JA.





(FZN)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id