Ketua Umum Konstitusi dan Demokrasi (Kode) Inisiatif, Veri Junaidi - Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
Ketua Umum Konstitusi dan Demokrasi (Kode) Inisiatif, Veri Junaidi - Medcom.id/Ilham Pratama Putra.

Pembuktian Tudingan Kecurangan TSM Dinanti

Pemilu pilpres 2019 Sidang Sengketa Pilpres 2019
Ilham Pratama Putra • 13 Juni 2019 15:31
Jakarta: Ketua Umum Konstitusi dan Demokrasi (Kode) Inisiatif, Veri Junaidi, tak sabar menunggu sidang gugatan Pilpres 2019 yang diajukan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Veri berharap kubu Prabowo bisa membuktikan tudingan kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).
 
"Cara pandang TSM itu yang harus terpenuhi. Kalau ada tudingan apakah ada perintah yang terstruktur? Apa sudah direncanakan secara sistematis? Dan bila dijalankan apa itu terjadi secara masif. Kalau hanya satu dua kejadian itu kan tidak masif, tidak memengaruhi hasil pemilu," kata Veri di Kantor Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Jakarta Timur, Kamis 13 Juni 2019.
 
Veri menilai kubu Prabowo kurang yakin dengan permohonannya. Terlebih, pemohon kebanyakan melampirkan kliping berita sebagai bukti kecurangan TSM.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengaku Pemilu 2019 bukan tanpa masalah. Namun, Veri tak melihat kecurangan TSM dalam pelaksanaan pemilu serentak kali ini.
 
"Tapi saya rasa bukan termasuk TSM tadi. Kalau TSM termohon harus membuktikan lebih lanjut, ini kan kliping berita cuma bagian dari argumentasi," kata Veri.
 
(Baca juga:Kubu Prabowo Dinilai Menghindari Pembuktian Formulir C1)
 
MK menggelar sidang pendahuluan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) untuk Pemilihan Presiden (pilpres) pada Jumat, 14 Juni 2019. MK akan memutus sidag gugatan sengketa pilpres pada Jumat, 28 Juni 2019.
 
Sementara, sidang gugatan pemilihan legislatif (pileg), MK baru meregistrasi permohonan pada Senin, 1 Juli 2019. Sidang gugatan pileg ditargetkan tuntas pada Jumat, 9 Agustus 2019.
 
Berdasarkan hasil rekapitulasi nasional perolehan suara Pemilu 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, unggul. Jokowi-Ma'ruf memperoleh 85.607.362 (55,50%) suara, sedangkan rivalnya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, memperoleh 68.650.239 (44,50%) suara. Selisih suara kedua pasangan sebanyak 16.957.123 suara atau 11 persen.
 
Badan Pemenangan Nasional (BPN) 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menolak hasil rekapitulasi suara tersebut. Kubu 02 mendaftarkan permohonan sengketa PHPU Pilpres 2019 ke MK dengan bermodalkan 51 alat bukti.

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif