Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Foto:MI/Susanto)
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Foto:MI/Susanto)

Bamsoet Ungkap Cara Mengakhiri Pertikaian 'Cebong vs Kampret'

Pemilu berita dpr
Anggi Tondi Martaon • 25 April 2019 12:03
Jakarta: Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 tidak hanya menjadi pertarungan antar kandidat. Masyarakat juga hanyut dalam suasana hingga lahirlah istilah 'cebong vs kampret.'
 
Istilah tersebut merujuk pada sebutan pendukung pasangan capres dan cawapres dari dua kubu.
 
Setelah Pilpres 2019 berlalu, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo berharap penggunaan istilah 'cebong vs kampret' agar diakhiri. Masyarakat harus mulai fokus dalam program pengembangan mutu sumber daya manusia (SDM).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Cepat atau lambat, memang harus diakhiri. Bagaimana pun, seluruh elemen bangsa pada akhirnya harus kembali mencermati dan menyiasati tantangan riil yang selalu berubah. Kesinambungan pembangunan nasional harus tetap terjaga," kata Ketua DPR akrab disapa Bamsoet, dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis, 25 April 2019.
 
Politikus Golkar itu mengakui, keinginan menghilangkan fenomena cebong vs kampret tidak mudah. Sebab, rivalitas yang terbangun bersumber dari keengganan menerima perbedaan.
 
Tantangan lain dalam mengakhiri perseteruan cebong vs kampret adalah sulitnya mengidentifikasi lakon utama dari rivalitas yang terjadi. Namun, Bamsoet mengasumsikan mereka adalah generasi milenial.
 
"Karena mereka mengekspresikan rasa dan emosi melalui media sosial," ucap Bamsoet menduga.
 
Meski pun sulit, mantan Ketua Komisi III DPR RI itu mendorong agar rivalitas kedua kubu harus diakhiri segera. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah membangun kesadaran dan pemahaman bersama tentang tantangan generasi milenial.
 
Setelah itu, lanjut Bamsoet, generasi milenial harus diberi pemahaman mengenai program yang dirancang negara. Kemudian, generasi milenial didorong untuk bersinergi dengan institusi negara terkait, khususnya dalam program pengembangan mutu SDM.
 
"Jadi, kalau sebelumnya ‘cebong’ dan ‘kampret’ berorientasi pada isu seputar pemilu, harus segera digeser dan dikembangkan menjadi isu atau program baru yang tak kalah menarik untuk disimak generasi milenial," kata Bamsoet.
 
Bamsoet pun mengusulkan, program yang disosialisasikan harus berkaitan langsung dengan kepentingan mereka. Salah satunya terkait era industri 4.0.
 
"Tentang era industri keempat sudah sering dibahas dan didiskusikan. Pertanyaannya adalah seberapa jauh kesiapan Indonesia beradaptasi dengan era ini. Terbukti bahwa belum semua sektor dan sub-sektor usaha atau bisnis telah siap melakoni Industri 4.0," kata Bamsoet.
 
Bamsoet mengungkapkan, ada beberapa unsur yang harus dipenuhi, di antaranya IoT, Artificial Intelligence, Human-Machine Interface, dan teknologi robotik.
 
"Bagaimana generasi milenial bisa mempelajari dan memahami ini semua tentu dibutuhkan upaya khusus. Lalu, bagaimana respons sektor pendidikan terhadap lompatan ini?" ujarnya bertanya.
 
Bamsoet menyebutkan, pemerintah sudah melakukan berbagai langkah dalam mengatasi tantangan peningkatan pemahaman kaum milenial terhadap era industri 4.0. Salah satunya, menambah anggaran pendidikan dari Rp435 triliun per 2018 menjadi Rp492 triliun.
 
Anggaran tersebut dialokasikan untuk perbaikan sekolah, mengembangkan pendidikan vokasi, memperbesar akses bea siswa, hingga penyediaan dana riset.
 
Bamsoet meyakini, jika generasi milenial didorong mempersiapkan kompetensi, maka rivalitas cebong vs kampret akan berakhir dengan sendirinya. Untuk itu, dibutuhkan peran aktif dari semua elemen untuk mengakhiri pertikaian pendapat di tengah masyarakat.
 
"Kini, pemerintah dan para tokoh masyarakat perlu mendorong generasi milenial untuk memahami tantangan riil yang sedang dan akan dihadapi," katanya.
 

(ROS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif